<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadeharyoga.com &#187; baliku</title>
	<atom:link href="http://imadeharyoga.com/tag/baliku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadeharyoga.com</link>
	<description>my name is made haryoga, one from a millions family doctor in denpasar</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 13:44:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pulau Bali Adalah Pulau JIN…..?</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/04/pulau-bali-adalah-pulau-jin%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/04/pulau-bali-adalah-pulau-jin%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 11:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[baliku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta bali]]></category>
		<category><![CDATA[mahluk gaib]]></category>
		<category><![CDATA[pantai bali]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bali]]></category>
		<category><![CDATA[renon]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah saudara perhatikan bentuk pulau bali di peta Indonesia? Seperti apa bentuknya? Seperti lampu jin di film aladin bukan? Coba perhatikan dengan seksama…. Sangat mirip bukan? Pernahkah anda bayangkan bahwa pulau bali adalah pulau jin? Begitu seram kah? Eiit jangan marah dulu…. Saya juga lahir di bali dan saya mencintai bali seperti mecintai ibu saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"><a href="http://www.lovinabeachhotel.com"><img class="alignleft" src="http://www.lovinabeachhotel.com/Images/pulau_bali.gif" alt="" width="385" height="194" /></a>Pernahkah saudara perhatikan bentuk pulau bali di peta Indonesia? Seperti apa bentuknya? Seperti lampu jin di film aladin bukan? Coba perhatikan dengan seksama…. Sangat mirip bukan? Pernahkah anda bayangkan bahwa pulau bali adalah pulau jin? Begitu seram kah? Eiit jangan marah dulu…. Saya juga lahir di bali dan saya mencintai bali seperti mecintai ibu saya sendiri. <span id="more-324"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Jin yang saya maksud disini bukanlah orang besar gelap yang seram dan<a href="http://frenzycentral.files.wordpress.com/2007/10/the-secret.jpg"><img class="alignright" src="http://frenzycentral.files.wordpress.com/2007/10/the-secret.jpg" alt="" width="260" height="158" /></a> jahat, melainkan kekuatan yang besar melampaui kekuatan fisik dan pikiran manusia… sebuah kekuatan yang jauh diatas kita dan dapat mengatur segalanya. Pernah mendengar atau menonton<span> </span>the secret? Sama seperti itu jin yang saya maksud…. Bisa disebut malaikat… bisa disebut bunda maria…. Bisa disebut apa saja seperti yang anda percayai bahwa ada kekuatan besar yang mengatur alam semesta ini tergantung anda meminta apa dan semua itu akan dikabulkan… yang kita sebut sebagai Tuhan… Semua tergantung anda…. sama seperti jin dalam cerita aladin, jika yang menggunakan orang baik maka dia akan menjadi baik… namun bila yang menggunakannya orang jahat maka dia akan menghancurkan segalanya…. </span>Itulah alasana kenapa disetiap rumah disetiap banjar disetiap desa disetiap kantor disungai-sungai dibunung-gunung dan dibanyak tempat dibali ada Pura. <span lang="SV">Karena masyarakat bali percaya dengan kekuatan besar yang mengatur segalanya di atas kemampuan fisik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Masyarakat bali sendiri juga percaya bahwa ada kekuatan besar yang hidup bersamanya di alam ini baik dalam dimensi lain atau kekuatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang tapi benar-benar ada…. Juga merupakan mahluk ciptaan manusia. Kenapa orang bali membuat sesajen? Kenapa orang bali membuat upacara pecaruan, kenapa ada upacara ngaben? Kenapa ada upacara piodalan, galungan, nyepi, saraswati, panca wali karma, siwaratri, dan sebagainya… itu semua karena orang bali begitu percaya dengan adanya kekuatan diluar kuasa manusia yang bekerja bersama kehendak manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Sejak dari saat dilahirkan sudah ada upacara yang dilakukan untuk seorang umat manusia yang lahir sebagai orang bali bahkan sampai meninggal pun di upacarai… karena apa? Apa maksud di balik semua ini? Lalu kenapa pulau <a href="http://ivan.gudangbaca.com/system/files/images/secret.jpg"><img class="alignleft" src="http://ivan.gudangbaca.com/system/files/images/secret.jpg" alt="" width="259" height="191" /></a>bali berbentuk seperti lampu jin? Yah….. pikiran sederhana saya bilang bahwa disinilah rumah kekuatan besar itu di puja dan dihormati…. Pulau yang semua permintaanmu bisa dikabulkan…. Anda tinggal meminta.. menselaraskan diri… dan menerimanya… </span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;" lang="SV">namun kini Pulau Bali sudah tidak seindah dulu lagi, seaman dulu lagi, seasri dulu lagi. Sungai-sungai dikotori, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dipotong, hewan-hewan diburu dan diusir dari rumahnya, sawah-sawah ditanami beton, gedung-gedung yang menjulang tinggi diatas pura…. Timbul pertanyaan apakah kita sedang meminta agar pulau Bali di hancurkan? </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;">Karena kita sudah menyelaraskan diri….. dan kita tinggal menerimanya……</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/04/pulau-bali-adalah-pulau-jin%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Dunia Meninggalkannya.. Bali Mempertahankannya</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 08:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[baliku]]></category>
		<category><![CDATA[banten]]></category>
		<category><![CDATA[canang]]></category>
		<category><![CDATA[lembongan]]></category>
		<category><![CDATA[mempertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[penjor]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih bali]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasihku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Datang ke sebuah pulau kecil di kaki pulau bali yang bernama nusa lembongan, tempat para wisatawan berlibur ditemani masyarakat desa yang ramah dan sederhana. Disitu kami beberapa anggota BCC (Bali Blogger Community) mengadakan bhakti social berupa pelayanan kesehatan gratis, pemasangan plang penunjuk arah dan pembersihan pantai dari sampah-sampah nonorganic, membuat tahun baru 2009 ini berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://www.woodsher.com/Bali/"><img class="alignleft" src="http://www.woodsher.com/Bali/balioo/Bali%20Old%20Lady.jpg" alt="" width="254" height="201" /></a>Datang ke sebuah pulau kecil di kaki pulau bali yang bernama nusa lembongan, tempat para wisatawan berlibur ditemani masyarakat desa yang ramah dan sederhana. Disitu kami beberapa anggota BCC (Bali Blogger Community) mengadakan bhakti social berupa pelayanan kesehatan gratis, pemasangan plang penunjuk arah dan pembersihan pantai dari sampah-sampah nonorganic, membuat tahun baru 2009 ini berbeda dari<span> </span>tahun baru sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">Namun ditengah kegembiraan membersihkan sampah di pantai kami duduk dipinggir pantai sambil <span id="more-226"></span>bergurau dan meratapi nasib bangsa ini, tak sengaja mata ini te</p>
<p class="MsoNormal">rtuju pada seorang ibu tua yang ditemani suaminya yang sudah keriput mengangkat janur-janur dari jukung yang baru saja berlabuh mengangkut mereka dari daratan. Sepertinya mereka baru datang dari perjalanan sehari-harinya sebagai pembuat canang dan banten (sarana sembahyang umat hindu). Dengan tertatih-tatih dan punggung yang mulai membungkuk sebagai tanda usia mereka mengangkut janur-janur segar dari jukung itu. Sesekali bapak yang punya jukung membantu memindahkannya ke punggung si bapak tua.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.armer-tropf.de"><img class="alignleft" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:QjCIfWUIJyyJaM:http://www.armer-tropf.de/photos/bali/bali_tempel4.jpg" alt="" width="170" height="128" /></a>Walau tubuh sudah membungkuk, usia menopause sudah terlewati, ibu yang tua itu masih menikmati pekerjaannya ya</p>
<p class="MsoNormal">ng sesekali membanting tulang untuk bertahan hidup sebagai seorang ibu. Bapak tua dengan kulit hitam keriput terbakar terik matahari pantai dengan setia mencintai dan menemani istrinya meneteskan keringat bersama. Sungguh romantis dan mengharukan melihat rasa cinta mereka. Fiiiuuuuhhh…. Melihat betapa besar semangat hidup mereka membuat dada ini spontan menarik nafas dalam. Tapi melihat senyum mereka ditengah-tengah keringat yang menetes membuat hati ini merenungi akan betapa besarnya pengaruh budaya di bali yang diteruskan turun temurun oleh nenek moyang terhadap kehidupan orang bali. Bersyukurlah orang bali memiliki budaya yang begitu indah membuat semua orang masih bisa tersenyum dalam setiap ker</p>
<p class="MsoNormal">ingatnya dan usianya. Mencintai semua makhluk dan budayanya.</p>
<p class="MsoNormal">Nenek moyang orang bali telah menurunkan rasa cinta terhadap semua makhluk kepada anak cucunya melalui tradisi dan budayanya. Membuat canang dari janur dan bunga, membuat penjor dari bambu dan tanaman yang terlihat sekilas tidak berguna, membuat sarana prasarana sembahyang dari buah-buahan, sayur, kayu, kelapa, pinang, sirih, daun, pisang, batu, semuanya bahan-bahan alami ini dapat diperjual belikan membuat perekonomian tetap berjalan. Tak ada krisis global di bali. Janur sampai daun kelapa tua pun dapat di jual dan dipergunakan untuk sarana mendekatkan diri pada Tuhan. Sungguh budaya yang indah dan dekat dengan alam.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.balipost.co.id"><img class="alignleft" src="http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/4/22/1-KUNO.JPG" alt="" width="269" height="184" /></a>Nenek-nenek dan kakek-kakek tua tidak perlu takut kehilangan pekerjaannya selama budaya ini masih ada.<span> </span>Tubuh-tumbuhan dan hewan tak akan pernah punah selama tradisi ini dijunjung tinggi. Tak akan ada kata pemanasan global atau kota yang penuh asap selama budaya ini tetap dijalankan. Begitu kuat dan indahnya budaya orang bali. Jarang pernah kita syukuri dan renungkan.</p>
<p class="MsoNormal">Disinilah buah kelapa muda dan tua itu dibutuhkan, disinilah daun pisang tua dan kering itu ada yang beli, disinilah sirih pinang kapur itu setiap hari diracik dan disayangi, disinilah buah-buahan itu bisa menjadi hiasan sebelum dipersembahkan dan dimakan. Disini lagi daun-daun yang kita kira tidak berguna ternyata bisa dijadikan bahan mendekatkan diri pada-Nya. Disinilah secuil beras merah dan kunyit itu dibutuhkan sehari-harinya. Saat dibelahan dunia lain semua ini ditinggalkan namun disini hal</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://i461.photobucket.com/albums/qq337/imadeharyoga/P1254198.jpg"><img class="alignright" src="http://i461.photobucket.com/albums/qq337/imadeharyoga/P1254198.jpg" alt="" width="209" height="279" /></a></p>
<p class="MsoNormal">kecil itu masih tetap menjadi teman hidup sehari-hari… disini… hanya di bali burung-burung kecil bahkan</p>
<p class="MsoNormal">semut disediakan dan mendapatkan makanannya. Setiap hari seujung jari nasi dipersembahkan dan dimakan oleh mahluk-mahluk kecil ini di setiap depan rumah, disetiap pojok pekarangan, dan disetiap ujung jalan. Disinilah itu terjadi..di pulau surga ini….</p>
<p class="MsoNormal">Namun akankah anak cucu orang Bali kelak mempertahankannya… budaya yang indah ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

