<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadeharyoga.com &#187; Sex Without Porn</title>
	<atom:link href="http://imadeharyoga.com/category/sex-without-porn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadeharyoga.com</link>
	<description>my name is made haryoga, one from a millions family doctor in denpasar</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 12:52:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berkenalan dengan Maria Ozawa Miyabi</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/11/berkenalan-dengan-maria-ozawa-miyabi/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/11/berkenalan-dengan-maria-ozawa-miyabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 11:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sex Without Porn]]></category>
		<category><![CDATA[bintang film porno]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Miyabi …maria ozawa… siapa dia?
Fiiuuuhhhh… menanggapi permintaan temen-temen yang bertubi-tubi meminta postingan tentang miyabi membuat saya akhirnya mencoba untuk mengumpulkan data tentang miyabi.
Seks tentunya menjadi tema yang paling menarik kalo dibicarakan dalam dunia remaja. Kalau kita bicara tentang seks tentu atau barang kali kita kenal dengan seorang wanita yang bernama Maria Ozawa atau yang disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Miyabi …maria ozawa… siapa dia?</p>
<p><a href="http://miyabi-online.com/wp-content/uploads/2008/05/miyabi_maria_ozawa_ice_cream1.jpg"><img class="alignleft" src="http://miyabi-online.com/wp-content/uploads/2008/05/miyabi_maria_ozawa_ice_cream1.jpg" alt="" width="271" height="348" /></a>Fiiuuuhhhh… menanggapi permintaan temen-temen yang bertubi-tubi meminta postingan tentang miyabi membuat saya akhirnya mencoba untuk mengumpulkan data tentang miyabi.</p>
<p>Seks tentunya menjadi tema yang paling menarik kalo dibicarakan dalam dunia remaja. Kalau kita bicara tentang seks tentu atau barang kali kita kenal dengan seorang wanita yang bernama Maria Ozawa atau yang disebut sebagai Miyabi.<span id="more-479"></span></p>
<p>Heemmmm….. sejak isu di buatnya film berjudul “Menculik Miyabi” nama miyabi menjadi semakin popular di Indonesia. Dari yang udah tau jauh jauh hari..bulan..bahkan tahunan sudah tahu tentang miyabi, sampai yang baru tumben denger nama miyabi, mencoba untuk menelusuri tentang miyabi / maria ozawa</p>
<p>Saya dapet info juga dari temen yang sempet ke jepang dan temen-temen yang perhatian soal ini, bahwa angka download film porno (Blue Film / BF) yang dibintangi miyabi meningkat drastis dari kalangan Indonesian heeeheehe…. benarkah itu waahh saya kurang tahu yang pasti… tapi masuk akal juga bahwa kita pasti ingin tahu tentang Miyabi… wong belum main film di indonesia aja udah hampir membuat porak poranda tanah air indonesia tercinta ini. Sehebat itukah seorang maria ozawa atau miyabi ini?? Mari kita lihat sedikit info tentang siapa dia.</p>
<p>Maria Ozawa memiliki nama popular Miyabi, Lahir 8 Januari 1986, adalah AV idol Jepang. Golongan darah:  tipe A.<a href="http://ningkelle.files.wordpress.com/2009/10/maria_ozawa.jpg?w=294&amp;h=220"><img class="alignright" src="http://ningkelle.files.wordpress.com/2009/10/maria_ozawa.jpg?w=294&amp;h=220" alt="" width="294" height="220" /><img id="wp_delimgbtn" title="Delete Image" src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wpeditimage/img/delete.png" alt="" width="24" height="24" /></a> Pada tahun 2007 ukuran: T163 B88 W56 H87 (sekarang mungkin sudah sedikit berubah). Lahir di Hokkaido, jepang. Warna mata: cokelat, warna rambut : hitam, etnik: jepang/prancis-kanada.</p>
<p>Maria ozawa  miyabi mendapat pengalaman seks pertama sejak berusia 13 tahun. Perjalanan karirnya dimulai dari sejak kenal dengan pekerja AV sebuah rumah produksi film dewasa di jepang. Pada bulan juni 2005 miyabi menjadi model dan membintangi bberapa set foto dan 2 Blue Film di situs Shirouto-Teien.com. bulan oktober 2005, maria di kontrak oleh sebuah rumah produksi khusus film dewasa jepang S1 dengan membintangi film ‘New Face” dan membintagi 1 judul film setiap bulannya sampai February 2007. Bulan april 2007 maria ozawa pindah ke dasdas. Dan diakhir 2007 miyabi pindah lagi ke Attackers, rumah produksi video porno yang spesialisasi tema pemerkosaan.</p>
<p>Perlu diketahui juga tidak selalu film yang dibintangi miyabi adalah film porno. Maria ozawa juga membintangi film-film V-cinema dan MTV jepang. Dan saat mau ke Indonesia rencananya sih bukan untuk main film Porno.</p>
<p>Saat usia 21 tahun maria ozawa sudah tinggal di apartemen mewah dengan perabotan yang serba mewah dan wah  yang disewanya sebersar 16 juta rupiah per bulan. Sudah kebayang kan berapa gajinya? Gajinya saat itu berkisara 8000 USD per bulan (sekitar 75 juta rupiah).</p>
<p>Lalu bagaimana hubungan miyabi dengan orang tuanya. Awalnya kehidupan Miyabi dengan kedua orangtuanya baik-baik saja, sampai pada suatu ketika orangtuanya melihat Miyabi tampil bugil di sebuah majalah porno Jepang. Seketika itu meledak lah murka orangtuanya demi melihat Miyabi kecil yang masih remaja polos melakukan hal yang tidak pantas dilakukan anak seusianya. Meskipun demikian Miyabi tetap  menjalankan profesinya, dari sekedar foto-foto telanjang berlanjut ke film. Miyabi kembali cari gara-gara membawa 20 film porno yang ia bintangi ke rumah dan ia tunjukkan ke orangtuanya. Sejak itu kedua orangtuanya tidak mau melihat dan mengakuinya lagi sebagai anak. Miyabi juga dijauhi oleh teman-temannya.</p>
<p>Dikabarkan juga (tahun 2007) meskipun banyak tawaran mengalir untuk bermain film diluar Jepang  seperti Amerika dan Eropa dan bermain dengan pria-pria bule, Miyabi tetap tidak mau dan tetap memilih tinggal di Jepang dan memilih pasangan main dari pria-pria lokal. Alasannya cukup masuk akal juga. Menurutnya “perabot” pria Jepang lebih kecil dan tahan lama dalam melakukan adegan syur dibandingkan pria bule yang menurutnya memiliki “perabot” lebih besar dan menyakitkan.</p>
<p><a href="http://luminousreload.files.wordpress.com/2009/10/miyabi_maria_ozawa_av_idol.jpg"><img class="alignright" src="http://luminousreload.files.wordpress.com/2009/10/miyabi_maria_ozawa_av_idol.jpg" alt="" width="312" height="416" /></a>Seringkali dalam melakukan adegan di beberapa filmnya, Miyabi tampak menangis dan itu memang benar-benar tampak alamiah. Sebabnya ia sedang tidak menikmati dan benar-benar sakit. Miyabi juga mengancam akan cabut dari AV (PH Film Porno) jika ia dipaksa melakukan adegan atau posisi yang tidak ia sukai. Bahkan dulu pacar-pacarnya (4 orang — sebelum<br />
semuanya diputusin) ketika sedang bersamanya dan ingin menonton film yang ia bintangi, Miyabi selalu tidak pernah mengijinkannya.</p>
<p>Eiiiitttt namun berbeda dengan kabar di atas ada isu bahwa miyabi pernah bermain film porno di Bali. Apakah ini Cuma isu… silahkan dipelajari lagi. Tapi seburuk apapun miyabi dimata anda miyabi tetap lah seorang wanita.</p>
<p>Demikian sedikit info tentang miyabi atau maria ozawa, tentang kebenaran informasi ini saya tidak berani jamin 100%. Anggap saja ini Cuma bualan saja. Dan tidak ada maksud untuk menyebarkan kabar buruk atau mengajarkan yang buruk, apalagi memberikan informasi yang menyesatkan. Hanya memenuhi permintaan teman-teman yang ingin baca postingan miyabi ala imadeharyoga.com.</p>
<p>Kami semua tetap cinta Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/11/berkenalan-dengan-maria-ozawa-miyabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Vagina Saya Kering?</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2008/10/kenapa-vagina-saya-kering/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2008/10/kenapa-vagina-saya-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 06:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sex Without Porn]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan wanita]]></category>
		<category><![CDATA[masa subur]]></category>
		<category><![CDATA[porn]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks dan psikis]]></category>
		<category><![CDATA[vagina kering]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab kekeringan vagina bermacam-macam. Bisa jadi akibat kadarhormon yang berubah-ubah selama siklus menstruasi. Juga bisa terjadi sebagai pertanda menopause saat produksi estrogen dalam tubuh menurun. Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, kontrasepsi oral, penyubur bisa menyebabkan kekeringan.
Bahkan pemakaian kondom lateks tanpa lubrikan/ pelicin dapat menyebabkan kekeringan juga. Dan yang paling sering terjadi adalah persoalan psikis. Bisa jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.konseling.net"><img class="alignleft" src="http://www.konseling.net/images/maria_ozawa.gif" alt="" width="207" height="287" /></a>Penyebab kekeringan vagina bermacam-macam. Bisa jadi akibat kadar<a href="http://www.konseling.net"><img class="alignright" src="http://www.konseling.net/images/maria_ozawa2.jpg" alt="" width="166" height="219" /></a>hormon yang berubah-ubah selama siklus menstruasi. Juga bisa terjadi sebagai pertanda menopause saat produksi estrogen dalam tubuh menurun. Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, kontrasepsi oral, penyubur bisa menyebabkan kekeringan.</p>
<p>Bahkan pemakaian kondom lateks tanpa lubrikan/ pelicin dapat menyebabkan kekeringan juga. Dan yang paling sering terjadi adalah persoalan psikis. Bisa jadi rasa takut atau mungkin cemas yang dialami wanita menyebabkan rangsangan yang dialami saat hubungan seksual tidak menghasilkan lubrikan. <span id="more-133"></span>Itu berarti si wanita tidak teransang. <a href="http://www.woomb.org/bom/lit/teach/index_id.html" target="_blank">Masa Tidak Subur</a>, membuat vulva atau vagina kering, karena kurangnya produksi lendir yang berhubungan dengan kadar hormon-hormon reproduksi dalam tubuh.</p>
<p>Berikut ini, Joel d. Block, Ph.D memberikan empat langkah untuk mengatasi kekeringan pada vagina:</p>
<ol>
<li><strong>L</strong><strong>akukan cek kesehatan</strong>. Katakan pada dokter bahwa anda mengalami masalah kekeringan vagina. Apakah obat yang Anda gunakan penyebabnya? Tes darah yang menunjukkan produksi estrogen tidak cukup? atau ada penyebab lain, harus Anda sampaikan.</li>
<li><strong>Bicarakan dengan pasangan Anda. </strong>Jika penyebab fisik telah disingkirkan, Anda dan pasangan perlu mencari kemungkinan lain. Apakah ada masalah tersembunyi yang tidak terpecahkan dalam hubungan Anda? Apa sikap Anda tentang seksualitas Anda sendiri? Apakah pasangan Anda gagal merangsang Anda? Dan lain sebagainya bisa Anda cari.</li>
<li><strong>Gunakan lubrikan/ pelicin.</strong> Pilih produk yang larut dalam air yang dibuat khusus untuk tujuan ini. lubrikan dengan dasar minyak dapat merusak kondom, menutup pori-pori di vagina dan mempermudah infeksi vagina.</li>
<li><strong>Lakukan <a href="http://lembar-lembar.blogspot.com/2008/04/posisi-seksual-dalam-berhubungan-suami.html" target="_blank">aktivitas seks</a> lebih banyak.</strong> Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas seksual yang teratur, termasuk masturbasi meningkatkan lubrikasi vagina.</li>
</ol>
<p>Menurut Joel D. Block, PhD, seksolog dan ahli psikologi klinis dari Human Sexuality Center of Long Island Jewish Medical Center, sekitar 60 persen wanita berusia lebih dari 40 tahun memiliki masalah kekeringan vagina. Sekitar 35 persen wanita berusia 40 tahun hanya mengalami satu atau tiga kali saja. kesimpulannya, fenomena kekeringan ini tidak terbatas pada persoalan ketuaan.</p>
<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.c-publisher.com/Gambar/ayu%2Banjani.jpg&amp;imgrefurl=http://www.c-publisher.com/News/Detail-News.asp%3Fid%3D68691&amp;h=400&amp;w=288&amp;sz=17&amp;hl=id&amp;start=18&amp;um=1&amp;usg=__X8W5OV1O0juhf7BfCyFdFOEK2Mw=&amp;tbnid=IJhNgBSp1KusGM:&amp;tbnh=124&amp;tbnw=89&amp;prev=/images%3Fq%3Dpotition%2Bsex%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DG"><img class="alignleft" src="http://www.c-publisher.com/Gambar/ayu+anjani.jpg" alt="" width="258" height="357" /></a>Tentu saja sekresi yang tidak cukup saat hubungan seksual akan menyebabkan rasa nyeri bagi kedua pasangan. Bahkan untuk sang wanita sendiri bisa jadi menyebabkan munculnya iritasi atau luka pada <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/19/01563250/agar.mrs.v.kembali.basah" target="_blank">dinding vagina.</a></p>
<p>Dalam berhubungan intim, banyak pria yang menginginkan vagina sang istri kesat dan kering. Padahal di lain sisi, sang istri tidak dapat menikmati saat melakukan seks dalam kondisi vagina kering.</p>
<p>Sebenarnya perihal kondisi vagina yang kering dan kesat adalah mitos belaka. Hal ini dkatakan oleh Dr. Nugroho Setiawan, yang setiap hari menangani dan mendengar keluhan seputar hubungan seks pasangan suami-istri. Kaum wanita banyak yang mengeluhkan soal kondisi vagina yang basah, dan membuat pasangan mereke enggan berhubungan seks.</p>
<p>Mitos yang entah dari mana datangnya ini, membuat para wanita harus rela membiarkan dirinya sakit dan nyeri saat bersenggama. Padahal, secara tak sadar, yang diinginkan oleh pria perihal vagina kering adalah sesuatu yang bertentangan dengan kondisi seksual.</p>
<p>Pada dasarnya, salah satu hasil reaksi seksual yang terjadi akibat rangsangan seksual pada wanita, adalah pelendiran pada dinding vagina. Yang untuk sebagian laki-laki, dianggap kurang nyaman dengan kondisi basah. &#8220;Vagina kesat dan kering saat bersenggama adalah mitos yang salah selama ini. Padahal vagina yang basah adalah baik untuk berhubungan intim. Dan itu adalah salah satu reaksi seksual yang dirasakan wanita, akibat rangsangan dari pasangan. Jadi, vagina kering bukan sesuatu yang baik dalam berhubungan intim. Wanita akan merasakan sakit dan nyeri,&#8221; kata Dr. Nugraha Setiawan.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pelendiran yang terjadi pada dinding vagina akan mempermudah kelancaran berhubungan. Ini adalah hal yang normal. Wanita yang masih dalam kondisi vagina kering, adalah kondisi di mana wanita ini belum mendapat rangsangan seksual yang cukup. Artinya wanita yang dalam kondisi seperti ini sebenarnya belum siap untuk berhubungan seks dengan pasangan. Dan jika dipaksakan yang terjadi sudah tentu rasa sakit dan nyeri.<a href="http://www.koreatimes.co.kr"><img class="alignright" src="http://www.koreatimes.co.kr/upload/news/071213_p10_sex.jpg" alt="" width="321" height="214" /></a></p>
<p>Jadi sang suami bukannya musti senang kalo istri vaginanya kering, tapi malah harus ngerti sang istri belum <a href="http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=547&amp;sid=338af458eea2ebccad27d0bb63b09329" target="_blank">cukup rangsangan seksual</a>.</p>
<p>Perlu diketahui juga bahwa pada masa tidak subur vagina wanita akan terasa lebih kering daripada saat masa subur. Karena pada masa subur terjadi perubahan fisiologis yang mendukung itu terjadi. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan indicator masa subur datang, umumnya berupa libido yang meningkat, lendir pada vagina lebih banyak, dan peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2-0,5 derajat pada pagi hari. Indikator minor kesuburan yaitu nyeri perut dan perubahan payudara.<br />
Lendir yang muncul pada vagina ini merupakan lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di leher rahim (serviks) dan bersahabat dengan sperma. Lendir tersebut memungkinkan sperma dapat bertahan hidup dalam lendir tersebut untuk menunggu matangnya sel telur (ovulasi). Pada masa subur, kemungkinan terjadi pembuahan sangat besar. Sehingga jika ingin hamil lakukan hubungan seksual saat <a href="http://www.medicastore.com/masa_subur/" target="_blank">masa subur</a> ini.</p>
<p>informasi ini saya ambil dari berbagai sumber, salah satunya adalah <a href="http://www.woomb.org/bom/lit/teach/index_id.html" target="_blank">woomb.org</a>, <a href="http://www.medicastore.com/masa_subur/" target="_blank">medicastore.com</a>, <a href="http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=547&amp;sid=338af458eea2ebccad27d0bb63b09329" target="_blank">jawaban.com</a>, <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/19/01563250/agar.mrs.v.kembali.basah" target="_blank">kompas.com</a>, dll. Jika ada masukan saya ucapankan terima kasih</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2008/10/kenapa-vagina-saya-kering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah G-Spot Itu Ada?</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2008/10/benarkah-g-spot-itu-ada/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2008/10/benarkah-g-spot-itu-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 04:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sex Without Porn]]></category>
		<category><![CDATA[g-spot]]></category>
		<category><![CDATA[kama sutra]]></category>
		<category><![CDATA[kenikmatan seks]]></category>
		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan seks]]></category>
		<category><![CDATA[porn]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[spot wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[



G-spot menjadi perdebatan dalam banyak pembicaraan Seksualitas di dunia. Apa itu G-spot? Benarkah G-Spot itu ada? Di,mana? Kenapa? Semua wanita punya? Bagaimana memanfaatkannya? Kegunaannya apa? Dengan membaca yang satu ini diharapkan ada tambahan ilmu tentang G-Spot.
Meskipun tidak semua ahli seks sependapat bahwa G-spot terdapat dalam tubuh seorang wanita, umumnya orang percaya bahwa itu ada dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><a href="http://bp1.blogger.com/_i7GLvkvMCJY/RjXwZXr1hwI/AAAAAAAAABU/9DPr_HnmlxQ/s400/g-spot.jpg"><img class="alignleft" src="http://bp1.blogger.com/_i7GLvkvMCJY/RjXwZXr1hwI/AAAAAAAAABU/9DPr_HnmlxQ/s400/g-spot.jpg" alt="" width="309" height="258" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">G-spot menjadi perdebatan dalam banyak pembicaraan Seksualitas di dunia. Apa itu G-spot? Benarkah G-Spot itu ada? Di,mana? Kenapa? Semua wanita punya? Bagaimana memanfaatkannya? Kegunaannya apa? Dengan membaca yang satu ini diharapkan ada tambahan ilmu tentang G-Spot.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Meskipun tidak semua ahli seks sependapat bahwa G-spot terdapat dalam tubuh seorang wanita, umumnya orang percaya bahwa itu ada dan bisa dirangsang sebagai unsur kenikmatan yang utama. </span><span id="more-120"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Hal ini sering digolongkan sebagai urethral sponge (sebuah area lembut yang rata, kira-kira sepertiga jalan menuju dinding depan vagina dan terdapat tepat ketika wanita tengah terangsang). Dia berdenyut sedikit ketika disentuh dengan jari dan usapan pada area tersebut bisa menghasilkan sensasi dan perasaan seperti keluarnya orgasme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Para Peneliti mengatakan bahwa G-spot (atau titik Grafenberg) adalah daerah sebesar uang logam yang teramat sensitif dan terletak di bawah permukaan liang vagina yang menghadap ke arah depan tubuh. Meskipun lokasinya berbeda-beda, G-spot biasanya terletak di tengah antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 sentimeter ke dalam vagina. Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa wanita rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding vagina bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_O80ncockghM/SMgpeIWCwEI/AAAAAAAADmQ/p5_6Cghjz9g/s320/RaHMa_Ashari04.jpg"><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_O80ncockghM/SMgpeIWCwEI/AAAAAAAADmQ/p5_6Cghjz9g/s320/RaHMa_Ashari04.jpg" alt="" width="142" height="320" /></a><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Keberadaan G-spot serta lokasinya ini, telah banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi. Grafenberg sendiri menunjuk daerah sensitif ini sebagai titik di mana uretra (saluran yang menyalurkan air seni dari kantung kemih) berada paling dekat dengan puncak dinding vagina. Perry dan Whipple bersikeras bahwa daerah ini terletak lebih tinggi lagi sepanjang vagina, sementara ahli seksologi lainnya berkata bahwa seluruh dinding luar vagina, dan bukannya hanya satu titik, berisi ujung-ujung syaraf yang mampu menghasilkan efek rangsangan hebat ketika dirangsang (stimulasi). Penelitian lainnya menunjukkan bahwa untuk beberapa wanita, G-spot sama sekali tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Juga yang masih diperdebatkan adalah komposisi cairan (kadang disebut hasil ejakulasi wanita) yang dikeluarkan oleh beberapa wanita selama orgasme akibat rangsangan G-spot. Menurut beberapa peneliti cairan itu adalah urin; lainnya mengatakan bahwa itu adalah unsur yang mirip dengan cairan dalam air mani laki-laki (tanpa sperma, tentunya). Tidak semua wanita yang memiliki G-spot mengeluarkan cairan, dan dari beberapa wanita yang mengeluarkan, tidak selalu keluar bersama setiap orgasme G-spot.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Menurut Dr. Ernest Grafenberg orgasme yang dihasilkan oleh titik G menimbulkan efek yang jauh lebih dahsyat ketimbang orgasme hasil stimulasi pada klitoris. Kalau pada orgasme biasa (klitoral) saja mampu membuat perempuan menggeliat-geliat dan hilang kesadaran, orgasme yang dihasilkan titik G jauh lebih dahsyat. Konon orgasme akibat terstimulasinya titik G membuat perasaan seperti “melayang ke awan atau terbang ke langit”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Teori Prostat?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ada banyak teori yang berbeda tentang apa itu <strong>G-spot</strong> atau bagian apa itu sebenarnya. Satu pandangan mengatakan kalau itu adalah suatu area dari jaringan prostat hampir sama dengan prostat pada laki-laki. Tidak adanya kromosom Y pada perkembangan janin perempuan menyimpan sel tersebut pada tempat yang sama dalam bentuk <strong>G-spot</strong>. Lengkap dengan kepekaan yang sama dengan prostat pada pria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ahli lain dengan teori prostat ini tapi mengembangkannya dengan mengatakan itu bukan hal utama dalam kepekaan. Masih ada klitoris dan saluran kencing yang menjadi sumber kenikmatan, yang keduanya dapat dirangsang lewat dinding bagian depan dari vagina. Selain itu masih ada banyak lagi bagian yang peka dan kita seharusnya berhenti terus mencari <strong>G-spot</strong> yang misterius ini. </span><a href="http://4.bp.blogspot.com/_FgsFaE9CGAI/SP9omTdJepI/AAAAAAAABD8/xZ6TWwd9EEI/s200/G-spot.jpg"><img class="alignright" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgsFaE9CGAI/SP9omTdJepI/AAAAAAAABD8/xZ6TWwd9EEI/s200/G-spot.jpg" alt="" width="200" height="184" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Ahli berikutnya yang mana pertama mempublikasikan <strong>G-spot</strong> telah menemukan kegunaan lainnya. Dalam suatu penelitian dia menemukan rangsangan pada area <strong>G-spot</strong> dapat menaikkan batas rasa sakit sampai 47%. Jika rangsangan itu diteruskan, batas rasa sakit naik sampai 84% dan bahkan mencapai 107% saat orgasme. Hipotesanya ini mengatakan area yang peka dan sensitif ini adalah penahan rasa sakit alami untuk saat melahirkan anak.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berikut ini adalah beberapa fakta ilmiah yang berkaitan G-spot:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Bila dirangsang dengan tepat G-spot akan mengembang dan      mengakibatkan orgasme pada kebanyakan wanita.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pada saat orgasme, banyak wanita mengeluarkan suatu      cairan melalui uretra yang secara kimiawi serupa dengan cairan yang      dikeluarkan pria, namun tidak mengandung sel telur.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sebagai akibat rangsangan G-spot, wanita memiliki      serangkaian orgasme (berkali-kali).</span></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Bagi kebanyakan wanita sulit dengan tepat merangsang      G-spot dalam posisi telentang.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pemakaian spiral akan mengganggu rangsangan G-spot pada      sebagian wanita.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Karena percaya bahwa mereka kencing, kebanyakan wanita      malu tentang ejakulasi. Dengan pikiran yang sama, pasangan mainnya      seringkali meremehkannya, yang merupakan alasan mengapa banyak wanita      berusaha mati-matian jangan sampai mereka orgasme.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Apa yang harus dilakukan dengan bagian ini</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
</span><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sekali mengetahui apakah Anda mempunyainya atau tidak, Anda perlu merasakan kalau dengan memilikinya akan memberi kenikmatan pada Anda atau hanya sedikit rasa menjengkelkan. Suatu hentakan biasanya merupakan suatu tanda bisa menikmatinya.</span></p>
<p>Ahli masalah seks merekomendasikan untuk memasukkan jari telunjuk sedalam ruas kedua dari jari dan buatlah gerakan “kemarilah” ke arah dinding bagian depan vagina. Anda perlu beberapa kali mencobanya dengan tekanan dan lama dari sentuhan untuk menemukan mana yang terasa paling baik untuk Anda. Sebaiknya Anda harus terangsang lebih dahulu dan yang perlu jadi catatan kalau banyak wanita mengatakan mereka kepekaan yang berbeda dalam rentang waktu sebulan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><a href="http://medisiana.com/viewtopic.php?t=184"><img class="alignleft" src="http://majalahdewadewi.files.wordpress.com/2007/07/gspot.jpg" alt="" width="352" height="314" /></a><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Selama rangsangan, sensasi pertama mungkin adalah rasa ingin kencing, kemungkinan karena <strong>G-spot</strong> ada di dinding bagian depan sehingga kandung kemih Anda tertekan. Anda dapat memeriksanya dengan memastikan kandung kemih Anda terlebih dahulu kosong kemudian rasakan bagaimana rasanya. Pada beberapa kali pertama akan terasa agak aneh, tetapi sangat sebanding dengan hasil yang didapatkan nanti.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Merasakannya saat berhubungan seksual.</span></strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><br />
Bergantung pada ukuran dan lokasi dari <strong>G-spot</strong>, Anda bisa atau tidak bisa untuk merasakan rangsangan pada bagian ini ketika berhubungan. Anda akan bisa merasakan jika mengangkat pinggul. Posisi populer lainnya yaitu dengan menekuk badan dari posisi berdiri dan penetrasi dilakukan dari belakang. Untuk ini Anda memerlukan beberapa uji coba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Info ini saya ambil dari beberapa sumber seperti: </span><a href="http://forum.kompas.com/kesehatan/4578-g-spot-menyingkap-misteri-titik-birahi.html">forum.kompas.com</a>, <a href="http://pendidikanseks.rawins.com/2008/10/rahasia-letak-g-spot.html">Pendidikanseks.rawins.com</a>, <a href="http://www.linkbiru.com/sex-articles/g-spot-nikmat">linkbiru.com</a>, <a href="http://www.kapanlagi.com/a/0000005881.html">kapanlagi.com</a>, dll</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2008/10/benarkah-g-spot-itu-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
