<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadeharyoga.com &#187; Bali Island</title>
	<atom:link href="http://imadeharyoga.com/category/bali-island/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadeharyoga.com</link>
	<description>my name is made haryoga, one from a millions family doctor in denpasar</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 13:44:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Naik tidak perlu persiapan, namun turun perlu persiapan</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2010/01/naik-tidak-perlu-persiapan-namun-turun-perlu-persiapan/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2010/01/naik-tidak-perlu-persiapan-namun-turun-perlu-persiapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 13:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Gede Prama]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[kata kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[kata mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan naik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah kalimat yang kontroversial, “naik tidak perlu persiapan, turunlah yang perlu persiapan”. Kalimat ini pertama kali saya dengar dari seorang penceramah yang saya kagumi, Gede Prama. Benar atau tidaknya kalimat ini tergantung dari sudut mana kita mengartikannya.
Saat ini kebanyakan orang selalu berkeinginan melebihi orang lain, menjadi sesuatu yang lebih, menjadi sesuatu yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sebuah kalimat yang kontroversial, “naik tidak perlu persiapan, turunlah yang perlu persiapan”. Kalimat ini pertama kali saya dengar dari seorang penceramah yang saya kagumi, Gede Prama. Benar atau tidaknya kalimat ini tergantung dari sudut mana kita mengartikannya.</p>
<p>Saat ini kebanyakan orang selalu berkeinginan melebihi orang lain, menjadi sesuatu yang lebih, menjadi sesuatu yang paling super, seperti pangkat yang tinggi, kedudukan yang tertinggi, uang yang banyak, rumah yang paling megah, dan banyak hal lainnya yang kita anggap akan memberikan kepuasan bathin kita. Bahkan secara tidak sengaja mempersiapkan diri untuk memiliki hidup yang penuh kemewahan ini. Tidak jarang banyak orang yang miskin pun memaksakan diri bergaya hidup mewah.</p>
<p>Seorang keryawan berangan-angan menjadi bos, seorang miskin berangan-angan menjadi kaya raya.</p>
<p>Namun saat telah mendapatkan kejayaan dan kemewahan itu, orang sering lupa mempersiapkan diri bila kelak bisa saja akan menjadi menderita dan segalanya tidak ada, atau segalanya tidak bisa, entah karena dimakan usia, atau mendapatkan kebangkrutan, atau bencana alam, atau gagal promosi, atau kegagalan-kegagalan yang lainnya.</p>
<p>Maka timbullah stess, cemas, depresi dan tidak jarang orang menjadi <em>konslet</em> dan menderita kelainan jiwa. Mendadak menjadi paranoid, atau bahkan menjadi tertawa-tertawa dan menangis sendiri serta menjadi gembel,hidup dalam dunianya sendiri ,seperti dunia kedokteran sebut sebagai Skizofrenia paranoid dan skizofrenia hebefrenik  (populernya disebut gila).</p>
<p>Tidak jarang seorang direktur suatu perusahaan besar menjadi depresi bahkan skizofrenia (gila) saat usia pensiunnya tiba. Banyak konglomerat yang mendadak bunuh diri saat bisnisnya gagal dan menderita kerugian yang besar.  Kebiasaan dilayani, kebiasaan memerintah, kebiasaan selalu diatas dan penuh kemewahan kadang membuat kita lupa mempersiapkan diri untuk turun menjadi orang yang tidak ada apa-apanya lagi. Menjadi orang yang tidak pernah diperhitungkan lagi….</p>
<p>Jadi ingat pasien saat coass dulu di lab. Psikiatri….. Saat seorang pelatih militer yang ditakuti anak buahnya pada masanya, kini tiba-tiba terserang depresi saat usia pensiunnya tiba, tidak ada lagi yang dibentak, tak ada lagi yang mempedulikannya karena mereka semua hanya hormat karena takut. Jelaslah bahwa bapak pensiunan ini tidak siap menghadapi usia-usia pensiunnya.</p>
<p>Kita semua siap saat di atas…namun saat kita di bawah tidak semua dari kita siap.</p>
<p>“naik tidak perlu persiapan, turun perlu persiapan”</p>
<p>Karena semua orang akan tiba saatnya menghadapi saat-saat TURUN kembali.</p>
<p>jadi ingat dengan nasehat orang tua &#8220;saat berjalan janganlah selalu menoleh keatas&#8230;. sesekali lihatlah kebawah&#8230; sehingga tidak tersandung&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2010/01/naik-tidak-perlu-persiapan-namun-turun-perlu-persiapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM)</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2010/01/jaminan-kesehatan-bali-mandara-jkbm/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2010/01/jaminan-kesehatan-bali-mandara-jkbm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 13:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[health: kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes bali]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes prop bali]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan bali mandara]]></category>
		<category><![CDATA[JKBM]]></category>
		<category><![CDATA[yankestis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[pernahkah anda mendengar JKBM? atau Jaminan Kesehtan Bali Mandara?
Ini adalah program jaminan kesehatan untuk masyarakat Bali. sejak tahun lalu program ini sudah banyak dibicarakan si media massa maupun di pertemuan-pertemuan Gubernur Bali, bahwa seluruh masyarakat bali akan mendapatkan jaminan kesehatan, berupa pelayanan kesehatan gratis diseluruh puskesmas dan rumah sakit pemerintah.
tahun 2009 pemerintah Bali sudah menjalankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pernahkah anda mendengar JKBM? atau Jaminan Kesehtan Bali Mandara?</p>
<p>Ini adalah program jaminan kesehatan untuk masyarakat Bali. sejak tahun lalu program ini sudah banyak dibicarakan si media massa maupun di pertemuan-pertemuan Gubernur Bali, bahwa seluruh masyarakat bali akan mendapatkan jaminan kesehatan, berupa pelayanan kesehatan gratis diseluruh puskesmas dan rumah sakit pemerintah.</p>
<p>tahun 2009 pemerintah Bali sudah menjalankan pelayanan kesehatan gratis keliling ke seluruh pelosok bali (kecuali jemberana) yang bernama program YANKESTIS prop. Bali, langsung langsung dibawah koordinasi dinas kesehatan propinsi Bali.</p>
<p>tahun 2010 program yankestis atau pelayanan kesehatan dratis ini diganti oleh program baru bernama JKBM yang diharapkan akan eksis untuk seterusnya menjamin kesehatan masyarakat bali. program ini mulai per 1 januari 2010.</p>
<p>secara umum program JKBM ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bali. bagi masyarakat bali yang memiliki KTP dan KK dan sudah terdaftar di desa masing-masing akan mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit pemerintah yang ada dibali secara gratis. Tentunya harus dilakukan secara bertahap, dari tempat pelayanan kesehatan terdepan/terkecil (puskesmas) kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit daerah dan ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.</p>
<p>Hanya dengan menunjukkan KTP dan KK kita sudah bisa mendapatkan pelayanan gratis ini. Namun masih dalam ruang inap kelas 3. seiring perkembangannya akan berkembang menuju ruang inap kelas yang lebih elit bahkan sampai kelas VIP, namun kemungkinan akan diperlukan dana tambahan dari yang bersangkutan yang dibayar dalam sistem asuransi. Untuk yang terakhir ini masih dalam penggodokan.</p>
<p>Nah, sungguh beruntungnya kita hidup di Bali pulau tercinta ini. semoga program ini berjalan dengan lancar dan tidak ada KKN di dalamnya. demi masyarakat Bali yang sehat dan bahagia lahir bathin.</p>
<p>Demikian info yang saya tahu tentang JKBM ini semoga bermanfaat bagi pembaca semua.</p>
<p>Untuk lebih rinci bisa ditanyakan ke dinas kesehatan terdekat, puskesmas dan rumah sakit anda. Mintalah keterangan yang sejelas-jelasnya sehingga tidak ada lagi pengertian yang simpang siur diantara masyarakat dan tenaga kesehatan.</p>
<p>berobat gratis tis tis tis&#8230;.!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2010/01/jaminan-kesehatan-bali-mandara-jkbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Bali, Memanusiakan Alam Lingkungan</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/12/budaya-bali-memanusiakan-alam-lingkungan/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/12/budaya-bali-memanusiakan-alam-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 12:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[bali yang aneh]]></category>
		<category><![CDATA[hindu siwa sidhanta]]></category>
		<category><![CDATA[memanusiakan lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di pulau Bali banyak hal yang aneh dan tidak biasa kita lihat disana. ini tentang kebiasaan orang – orang/penduduk asli Bali. Kadang bagi orang-orang yang tumben datang ke Bali terheran heran melihat adat istiadat orang Bali. Dan banyak muncul pertanyaan menggelitik yang keluar dari bibir para wisatawan kepada guidenya yang kadang guidenya pun tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di pulau Bali banyak hal yang aneh dan tidak biasa kita lihat disana. ini tentang kebiasaan<a href="http://1.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTIFNxWLwI/AAAAAAAAACk/s1Ri4f3VGzY/s320/10092009%28009%29.jpg"><img class="alignright" src="http://1.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTIFNxWLwI/AAAAAAAAACk/s1Ri4f3VGzY/s320/10092009%28009%29.jpg" alt="" width="312" height="234" /></a> orang – orang/penduduk asli Bali. Kadang bagi orang-orang yang tumben datang ke Bali terheran heran melihat adat istiadat orang Bali. Dan banyak muncul pertanyaan menggelitik yang keluar dari bibir para wisatawan kepada guidenya yang kadang guidenya pun tidak dapat menjelaskan hal ini dengan gamblang.<span id="more-482"></span></p>
<p>Ada satu hal (diantara banyak hal lainnya) yang paling sering dilontarkan oleh wisatawan-wisatawan ini. Saat melihat pohon beringin dilingkari kain hitam putih (bahasa Bali: kamen/kamben poleng), begitu juga patung-patung dari kayu maupun batu dan pilar pun di pakaikan kain (bahasa Bali : kamen/kamben). Kenapa harus begitu? Pilar dan patung dari batu kok juga di pakaikan pakaian. Memang aneh!!!</p>
<p>Begitulah orang Bali…. Sejak dulu memang begitu… kalo orang Bali di tanya kebanyakan bilang “nak mule keto” artinya “memang begitu”. Tapi ternyata di dalam sana terdapat filsafat yang sangat tinggi yang memang sulit untuk dimengerti. Orang Bali dari dulu sering memberikan jawaban “nak mule keto” (memang begitu) adalah ada maknanya bahwa tidak semua hal bisa dijelaskan dengan kata-kata. Perlu kita juga ketahui bahwa Orang-orang jaman dulu memang memahami sesuatu dengan hati yang sangat mendalam sehingga sulit di lukiskan dengan kata-kata. Banyak hal yang memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata….bahkan kalau dijelaskan dengan kata-kata akan memberikan makna yang membingungkan atau pengertian yang lain dari yang dimaksud… Dengan kata lain kita harus mencari jawabannya sendiri dengan hati kita. Namun sayangnya kita (orang-orang jaman sekarang) sangat jarang yang mampu menemukannya. Dan celakanya orang-orang jaman sekarang mengatakan kalimat “nak mule keto” bukan karena memahami hal yang “tidak terkatakan” itu, tapi semata-mata memang karena tidak tahu menahu tentang hal itu……:)</p>
<p>Kembali ke bahasan kenapa pilar, pohon beringin, patung, dll itu dipakaikan kain atau pakaian, semata-mata memang karena perinsip orang Bali sejak dulu, leluhur orang Bali, menurunkan tradisi yang mulia ini yaitu “memanusiakan alam lingkungan”. Semua hal di manusiakan, termasuk binatang, tumbuhan, dan benda mati disekelilingnya di manusiakan, atau disayangi seperti manusia, atau diperlakukan seperti manusia atau “diperlakukan seperti memperlakukan dirinya sendiri”.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNtLWdD5I/AAAAAAAAAC0/RP3Hf21k3vk/s320/Foto0143.jpg"><img class="alignleft" src="http://4.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNtLWdD5I/AAAAAAAAAC0/RP3Hf21k3vk/s320/Foto0143.jpg" alt="" width="306" height="229" /></a>Sungguh suatu budaya yang luar biasa. Mencintai segala sesuatu didunia ini seperti mencintai dirinya sendiri. Itulah yang menjadi harapan nenek moyang/ leluhur/ pendahulu orang-orang Bali (tentunya bukan hanya leluhur orang-orang Bali saja yang menginginkan seperti itu). Inilah sebuah ajaran BUDI PEKERTI yang akan menyelamatkan kita dari kemarahan alam dan dunia ini. Karena kita mencintai alam lingkungan seperti diri sendiri maka alam juga akan mencintai manusia. Itulah kenapa ketentraman hidup di pulau Bali ini menggaung keseluruh dunia. Dunia mengakui keindahan Bali bukan karena gedung yang menjulang tinggi, bukan karena wanita-wanita seksi, bukan karena tempat untuk berjudi, tetapi karena adanya rasa cinta terhadap alam lingkungannya, budaya memanusiakan alam lingkunganlah yang membuat Bali menjadi terkenal dan diakui dunia. Bila anda datang ke bali rasakanlah bahwa “ada rasa saling mencintai antara manusia dengan alam lingkungan” disini. Tidak salah kalau dikatakan bahwa kebudayaan yang memanusiakan alam lingkungan inilah yang masuk ke dalam konsep “Tatwam Asi” dan “Tri Hita Karana”,  kini melahirkan budaya dan adat istiadat Bali yang luar biasa, yang menjadi penarik hati wisatawan datang ke Bali. Saat anda ke Bali, maka anda akan merasakan adanya kekuatan yang menarik anda untuk datang lagi ke Bali. Mungkin itu rasa cinta yang menarik anda.</p>
<p>Namun saat ini orang-orang di Bali mulai melupakan prinsip ini. Prinsip memanusiakan alam lingkungan sudah mulai ditinggalkan. Rumah-rumah dan bangunan bertumpuk-tumpuk tanpa halaman, pohon-pohon besar ditebang untuk dijadikan hotel, anjing-anjing dibunuh, manusia berburu kera, manusia bunuh manusia, tempat ibadah tak berkebun, budaya asing tak bersahabat, dan pulau Bali pun menjadi panas.</p>
<p>Manusia sudah tidak melihat alam lingkungan sekitarnya sebagai dirinya lagi.</p>
<p>Mari kita bangun konsep ini mulai dari dalam hati kita sendiri…. Karena saat ibu pertiwi marah semuanya akan terlambat untuk memperbaikinya.</p>
<p>‘haryoga’</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/12/budaya-bali-memanusiakan-alam-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Bali Menjadi Budaya yang Unik</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/10/budaya-bali-menjadi-budaya-yang-unik/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/10/budaya-bali-menjadi-budaya-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 13:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[budaya bali]]></category>
		<category><![CDATA[galungan]]></category>
		<category><![CDATA[galungan lan kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[penjor bali]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bali]]></category>
		<category><![CDATA[pulau dewata]]></category>
		<category><![CDATA[tari bali]]></category>
		<category><![CDATA[tari barong]]></category>
		<category><![CDATA[tari pendet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[
Seluruh masyarakat Bali baru saja lepas dari kesibukannya menyambut Galungan di pulau dewata. Galungan di Bali selalu dipenuhi dengan kegiatan ritual masyarakat hindu Bali. Adat istiadat yang menyatu dengan agama hindu di Bali yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang masyarakat Bali.
Sungguh indahnya kalo kita melewati jalan-jalan di Bali pada rentetan hari raya Galungan ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.baliwww.com/wp-content/photos/penjor_05.jpg"><img class="alignright" src="http://blog.baliwww.com/wp-content/photos/penjor_05.jpg" alt="" width="305" height="228" /></a></p>
<p>Seluruh masyarakat Bali baru saja lepas dari kesibukannya menyambut Galungan di pulau dewata. Galungan di Bali selalu dipenuhi dengan kegiatan ritual masyarakat hindu Bali. Adat istiadat yang menyatu dengan agama hindu di Bali yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang masyarakat Bali.</p>
<p>Sungguh indahnya kalo kita melewati jalan-jalan di Bali pada rentetan hari raya Galungan ini. Pinggir jalan dipenuhi dengan sanggah dan penjor-penjor menjulang tinggi dengan berbagai hiasan seperti sedang menyambut kedatangan dewa dewi dari kayangan memberikan berkah pada masyarakat Bali, banyak orang berpakaian putih-putih dengan banten di tangan serta bau asap dupa yang harum keluar dari pura-pura yang kita lewati membuat suasana semakin <span id="more-472"></span>magis dan menenangkan hati.</p>
<p>Sebuah budaya yang unik. Adat yang menyatu dengan agama menciptakan suatu budaya yang sangat luar biasa tersohor di seluruh dunia. Banyak masyarakat dunia ingin menirunya namun tak bisa seindah Bali. Bahkan secuil budaya Bali ingin di klaim namun dunia mengakui Bali pemiliknya. Para wisatawan dari manca Negara mengatakan ada sesuatu yang menarik jiwanya seakan ingin terus berlibur di Bali bahkan tak jarang para turis menghabiskan masa pensiunnya di Bali. Anak-anak pun bermimpi ingin ke Bali.</p>
<p>Namun banyak juga kalangan yang meremehkan budaya ini….. mengatakan untuk apa buat penjor… apa sih maksudnya orang Bali buang-buang duit saja bikin upacara-upacara dan upakara-upakara mahal-mahal lalu dibuang dan di bakar…. Bahkan banyak yang mengatakan masyarakat Bali bodoh… dan budaya Bali adalah budaya setan karena menyembah topeng-topeng raksasa… dan lain-lainnya.</p>
<p>Waaahhhh…. Marilah kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di Bali saat Galungan. Apakah budaya ini merugikan masyarakat atau bagaimana?</p>
<p>Saat Galungan tiba sebagai Hari Raya yang terbesar bagi Umat Hindu Bali, Galungan akan disambut dengan besar-besaran bahkan kadang-kadang terkesan jor-joran. Namun sebenarnya Bali memiliki tingkatan upacara yaitu nista, madya, dan utama. Yang artinya upacara itu bisa dilakukan dengan tingkat yang termurah (bagi yang paspasan) sampai sebesar-besarnya dan semegah-megahnya bagi yang punya duit.</p>
<p>Di saat sang kaya punya uang banyak, maka dibuatlah upacara yang besar juga, namun disaat yang miskin tak punya apa-apa upacara masih bisa tetap jalan dengan modal sekecil-kecilnya dengan bahan-bahan pula diambil dari alam.</p>
<p>Saat Galungan tiba uang di Bali berputar. Masyarakat miskin dapat meraup rejeki dari Galungan dan hari-hari raya yang lain. Semua bahan-bahan dari alam dipakai. Dari janur, kelapa, pohon pisang, papaya, nangka, ron, ental, buah-buahan, kapur, pinang, sirih, pohon perdu, daun-daunan, sayur- sayuran dipakai dan laku dipasaran. Tak ada budaya lain yang menghargai alam seperti ini, dan memberi pekerjaan pada yang miskin. Masyarakat yang kaya dan sibuk tentu tidak berkesempatan untuk membuat banten dan mencari bahan-bahan upakara sendiri tentu butuh orang lain untuk membantunya. Maka disinilah peran budaya ini dimana yang kaya diwajibkan untuk membantu yang miskin, yang miskin dapat pekerjaan mudah, jarang orang kaya mau naik pohon kelapa sendiri mencari bahan upakara. Yang miskin dibutuhkan disini. Dan ingat bahwa ini tidak terjadi hanya pada Galungan saja, hampir setiap hari di Bali ada saja upakara dan upacara yang harus dilakukan dan setiap hari pulalah yang kaya membutuhkan yang miskin dan begitu sebaliknya. Alam akan tetap dihargai dan dibutuhkan, uang akan terus berputar, yang miskin membantu yang kaya yang kaya membantu yang miskin.</p>
<p>Disinilah letak keindahan kehidupan di Bali. Maka bagi masyarakat hindu Bali tidak ada alasan lagi untuk mengeluhkan kebudayaan dan agama yang dianut. Dan bagi masayarakat diluar Hindu Bali janganlah lagi menghina atau menjelek-jelekkan budaya ini karena budaya ini adalah budaya yang mulia yang tak ada duanya didunia.</p>
<p><a href="http://copsis2.files.wordpress.com/2008/12/keunikan-tari-barong1.jpg"><img class="alignleft" src="http://copsis2.files.wordpress.com/2008/12/keunikan-tari-barong1.jpg" alt="" width="386" height="289" /></a>Mungkin karena inilah kerajaan majapahit saat masih Berjaya dulu bisa memberikan kebahagian bagi seluruh rakyatnya. Walau miskin dan kaya masih tetap ada namun ada kebersamaan disana. Yang kaya terbantu oleh yang miskin, yang miskin terbantu oleh yang kaya, manusia menghormati alam, alam membutuhkan manusia, dan manusia mencintai Penciptanya.</p>
<p>Alangkah damainya hidup ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/10/budaya-bali-menjadi-budaya-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nusa Penida Antara kehidupan yang keras dan keindahan alam</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/09/nusa-penida-antara-kehidupan-yang-keras-dan-keindahan-alam/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/09/nusa-penida-antara-kehidupan-yang-keras-dan-keindahan-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 12:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[jangan pernah berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[kerasnya alam]]></category>
		<category><![CDATA[menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[never give up]]></category>
		<category><![CDATA[nusa penida]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda pergi ke nusa penida akan terasa betapa religiusnya pulau ini. Nusa penida merupakan sebuah pulau karang yang merupakan pilar besar pelindung pulau bali dari serangan ombak samudra indoneasia/samudera hindia. Pulau ini seperti onggokan karang besar yang berdiri amat kokoh bagaikan berakar ke seluruh pelosok bawah bumi. Karena terbuat dari karang maka nusa penida [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTIFNxWLwI/AAAAAAAAACk/s1Ri4f3VGzY/s320/10092009%28009%29.jpg"><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTIFNxWLwI/AAAAAAAAACk/s1Ri4f3VGzY/s320/10092009%28009%29.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Jika anda pergi ke nusa penida akan terasa betapa religiusnya pulau ini. Nusa penida merupakan sebuah pulau karang yang merupakan pilar besar pelindung pulau bali dari serangan ombak samudra indoneasia/samudera hindia. Pulau ini seperti onggokan karang besar yang berdiri amat kokoh bagaikan berakar ke seluruh pelosok bawah bumi. Karena terbuat dari karang maka nusa penida sebagian besar adalah tanah kering dan memanglah sulit keberadaan air tawar itu apalagi di bagian pedalaman dan dataran tingginya. Jangankan air, tanah subur pun sulit ditemukan untuk bercocok tanam. Jangan mengharapkan sawah hijau membentang diairi oleh air jernih dan ikan-ikan tawar berdatangan di selokan, <span id="more-464"></span>yang ada adalah terasering dari karang dan semak dengan daun mengering, rumput yang terbakar dipinggir jalan dan ladang yang bertanahkan patahan-patahan karang tanpa terlihat selokan apalagi air yang mengalir. Tumbuhan pun tidak semua jenis dapat hidup di tanah seperti ini. Di sepanjang jalan akan terlihat jenis tumbuhan waru yang batangnya sengaja dibengkokkan untuk digunakan sebagai kantih jukung nelayan. Terdapat juga tumbuhan bunut yang jarang berdaun karena daunnya habis menjadi makanan favorit sapi. Para petani bertani diladang dengan terlebih dahulu menyisihkan karang-karang dari ladangnya dan dikumpulkan didepan rumah untuk dijual. Tanahpun dicampur dengan kotoran sapi yang sudah mulai mongering. Memang tidak mudah dan perlu waktu untuk mendapatkan tanah yang subur. Sapi adalah hewan tervaforit untuk dipelihara jika hendak berladang.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNthnKVQI/AAAAAAAAAC8/WN0-2r25kbM/s320/Foto0147.jpg"><img class="alignleft" src="http://3.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNthnKVQI/AAAAAAAAAC8/WN0-2r25kbM/s320/Foto0147.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Beruntung rasanya mendapat kesempatan bertugas melakukan pelayanan kesehatan gratis mewakili Dinkes propinsi Bali selama 4 hari di pulau karang ini (nusa penida). Tiba di dermaga sudah terasa betapa religiusnya pulau ini. Banyak tempat persembahyangan (pura) besar di pulau ini. Terutama kedua Pura yang sempat kami kunjungi: Pura Dalem Ped dan Pura Giri Putri (sebuah Gua yang sangat besar didalamnya namun tempat masuk hanya bisa dilalui 1 orang dengan sedikit merangkak). Begitu indahnya keajaiban alam nusa.</p>
<p>Mobil plat merah dinas kesehatan propinsi bali ini pun melaju menelusuri jalan menuju pemukiman penduduk di <a href="http://4.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNtLWdD5I/AAAAAAAAAC0/RP3Hf21k3vk/s320/Foto0143.jpg"><img class="alignright" src="http://4.bp.blogspot.com/_g0cA3xsql64/SrTNtLWdD5I/AAAAAAAAAC0/RP3Hf21k3vk/s320/Foto0143.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>pedalaman yang tandus di bawah panas sinar matahari yang membakar. Keluhan maja terus muncul meprotes pansnya hari dan rusaknya jalan yang dilalui. Namun di tengah perjalanan tertegun hati ini melihat seorang wanita tua sedang membenahi ladangnya. Dan itu berlalu begitu saja. Selesai pelayanan kesehatan hari pun mulai sore namun terik matahari tetap menyengat terasa. Melewati jalan yang sama, mata pun tidak mau kehilangan kesempatan melihat nenek itu lagi, yang benar saja wanita tua itu tetap teguh membenahi ladangnya sendiri, terlihat hitam kulit keriputnya terbakar matahari, tak terlihat wajahnya tertutup topi alang-alang melindungi kepalanya. Namun tetaplah terlihat kerasnya hidup yang harus dijalani. Sehari penuh harus menggemburkan tanah dan menyisihkan karang-karang kecil dari ladangnya. “Hidup yang keras!” Sepertinya hanya itu kata yang dapat keluar dari mulut ini.</p>
<p>Nenek ini mengingatkan saya dengan sebuah pesan hidup. Sama seperti slogan Winston Churchill saat berpidato didepan lulusan mahasiswa (wisuda Universitas Oxford) hanya berucap <a href="http://terahefraim.blogspot.com/2009/09/jangan-pernah-berhenti.html">“never give up!”</a>. Hidup memang tidak boleh pernah menyerah. Hidup terus harus dilalui meski apapun tantangannya. Sebuah pesan dari nenek tua yang sampai akhir-akhir umurnya harus tetap menjalani hidup keras bersama alam nusa penida. Sebuah pesan untuk terus berusaha dan “Never Give Up”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/09/nusa-penida-antara-kehidupan-yang-keras-dan-keindahan-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunggu Bangkitnya Kerajaan Majapahit</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/09/menunggu-bangkitnya-kerajaan-majapahit/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/09/menunggu-bangkitnya-kerajaan-majapahit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 12:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[akhir kerajaan hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan mojo pahit]]></category>
		<category><![CDATA[majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[mengenang leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai karya seni pupuh sinom]]></category>
		<category><![CDATA[sabda palon naya genggong]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Majapahit merupakan sebuah kerajaan terbesar di Nusantara ini yang mampu menyatukan Nusantara dari sabang sampai merauke terutama sejak pemerintahan Raja Hayam Wuruk bersama Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya.
Sebagai seorang mahkluk penghuni Nusantara ini tentulah bangga hati ini memiliki sejarah leluhur dengan budaya yang luar biasa ini, bangga dan rindu akan kebesaran Majapahit yang terbukti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Majapahit merupakan sebuah kerajaan terbesar di Nusantara ini yang mampu menyatukan Nusantara dari sabang <a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/97/Surya_Majapahit.jpg"><img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/97/Surya_Majapahit.jpg" alt="" width="284" height="279" /></a>sampai merauke terutama sejak pemerintahan Raja Hayam Wuruk bersama Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya.</p>
<p>Sebagai seorang mahkluk penghuni Nusantara ini tentulah bangga hati ini memiliki sejarah leluhur dengan budaya yang luar biasa ini, bangga dan rindu akan kebesaran Majapahit yang terbukti bisa menyatukan Nusantara dengan Rakyatnya adil makmur “Gemah Ripah<span id="more-456"></span> Loh Jinawi”.</p>
<p>Namun banyak hal yang belum kita ketahui tentang sejarah Bangsa Indonesia ini saat itu. Seperti ditelan bumi cerita sejarah kerajaan dan candi-candi di nusantara ini terupakan. Candi Borobudur, Prambanan, dan candi-candi lainnya sebagai warisan leluhur kita terbengkalai seperti tidak ada yang peduli lagi dengan keberadaannya. Bukankah kita sering mendengar ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya?</p>
<p>Begitu inginnya hati ini sedikit mengorek tentang sejarah nusantara, tidak sengaja dipertemukan tentang sebuah catatan dan kutipan sejarah Majapahit. Bagaimana Kerajaan Majapahit berakhir di masa itu? Apakah benar-benar berakhir?</p>
<p>Dengan tidak bermaksud untuk menyinggung masalah SARA namun semata-mata hanya keinginan untuk mengetahui kembali sejarah  Nusantara, Kutipan ini saya ambil dari sebuah Forum Sabda Palon.</p>
<p>Marilah kita mulai cerita ini dengan susunan Raja Majapahit:<br />
Susunan Raja-Raja dari Kerajaan Mojopait, dari awal sampai akhir yaitu mulai dari berdiri hingga keruntuhannya, hanya 7 kali turunan, ialah:</p>
<p>Raja Browijoyo I = Joko Sesuruh atau R.Wijaya<br />
Raja Browijoyo II = Jayanegara atau Prabu Anom<br />
Raja Browijoyo III = Adiningkung<br />
Raja Browijoyo IV = Hayamwuruk<br />
Raja Browijoyo V = Lembu Aminisani<br />
Raja Browijoyo VI = Brotanjung<br />
Raja Browijoyo VII = Raden Alit ayah dari Raden Fatah (Prabu Brawijaya).</p>
<p>Dalam serat Dharmagandhul (Serat Dharmo Gandul) pada pertemuan antara Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon Naya Genggong di Blambangan.<br />
Pertemuan terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan bala tentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya, Raden Patah (Putra Prabu Brawijaya dari Putri Campa/Dara Petak putri saudagar Cina Muslim) yang telah menghancurkan Majapahit. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam.</p>
<p>Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya (Raden Alit) mereka berpisah.<br />
Sebelum perpisahan terjadilah ucapan-ucapan seperti pada Kidung Pupuh Sinom berikut ini:</p>
<p>SABDA PALON NAYA GENGGONG<a href="http://01gunkz.files.wordpress.com/2009/01/800px-majapahit-map.jpg"><img class="alignright" src="http://01gunkz.files.wordpress.com/2009/01/800px-majapahit-map.jpg" alt="" width="405" height="200" /></a></p>
<p>Pupuh Sinom:</p>
<p>1). Pada sira ngelingana<br />
Carita ing nguni-nguni<br />
Kang kocap ing serat babad<br />
Babad nagri Mojopahit<br />
Naika duking nguni<br />
Sang-a Brawijaya Prabu<br />
Pan Samya pepanggihan<br />
Kaliyan Njeng Sunan Kali<br />
Sabda Palon Naya Genggong rencangira</p>
<p>Artinya :<br />
Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang Negara Mojopahit, Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.</p>
<p>2). Sang – a Prabu Brawijaya<br />
Sabdanira arum manis<br />
Nuntun dhateng punakwan<br />
“Sabda palon paran karsi”<br />
Jenengsun sapuniki<br />
Wus ngrasuk agama Rosul<br />
Heh ta kakang manira<br />
Meluwa agama suci<br />
Luwih becik iki agama kang mulya</p>
<p>Artinya:<br />
Prabu Brawijaya berkata lemah-lembut kepada punakawannya: “Sabda palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu. Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.</p>
<p>3). Sabda Palon matur sugal,<br />
“Yen kawula boten arsi,<br />
Ngrrasuka agama Islam<br />
Wit kula puniki yekti<br />
Ratuning Dang Hyang Jawi<br />
Momong marang anak putu,<br />
Sagung kang para Nata,<br />
Kang jemeneng Tanah Jawi,<br />
Wus pinasthi sayekti kula pisahan”.</p>
<p>Artinya:<br />
Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tidak masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dah Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah Jawa. Sudah digariskan kita harus berpisah.</p>
<p>4). Klawan Paduka sang Nata,<br />
Wangsul maring sunya ruri,<br />
Nung kula matur petungna,<br />
Ing benjang sakpungkur mami,<br />
Yen wus prapta kang wanci,<br />
Jangkep gangsal atus tahun,<br />
Wit ing dinten punika,<br />
Kula gantos kang agami,<br />
Gama Budha kula sebar tanah Jawa.</p>
<p>Artinya:<br />
Berpisah dengan Sang Prabu kembali keasal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Buda lagi (maksudnya kawruh budhi/pengetahuan budhi), saya sebar seluruh tanah Jawa.</p>
<p>5). Sinten tan purun nganggeya,<br />
Yekti kula rusak sami,<br />
Sun sajeken putu kula,<br />
Berkasakan rupi-rupi,<br />
Dereng lega kang ati,<br />
Yen during lebur atempur,<br />
Kula damel pratandha,<br />
Pratandha tembayan mami,<br />
Hardi Merapi yen wus rijeblug mili lahar.</p>
<p>Artinya:<br />
Bila tidak ada yang mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya..</p>
<p>6). Ngidul ngilen purugina,<br />
Ngganda banger ingkang warih,<br />
Nggih punika medal kula,<br />
Wus nyebar Agama Budi,<br />
Merapi janji mami,<br />
Anggereng jagad satuhu,<br />
Karsanireng Jawata,<br />
Sadaya gilir gumanti,<br />
Boten kenging kalamunta kaowahan.</p>
<p>Artinya:<br />
Lahar tesebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pratanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Budha (maksudnya kawruh budhi/pengetahuan budhi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus berganti. Tidak dapat bila dirubah lagi.</p>
<p>7). Sanget-sangeting sangsara,<br />
Kan tuwuh ing tanah Jawi,<br />
Sinengkalan tahunira,<br />
Lawon Sapta Ngesthi Aji,<br />
Upami nyabrang kali,<br />
Prapta tengah-tengahipun,<br />
Kaline bajir bandhang,<br />
Jerone ngelebne jalmi,<br />
Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.</p>
<p>Kelak waktunya paling sengsara di tanah jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesti Aji (1.878 atau 1.877). Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang ditengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.</p>
<p>8). Bebaya ingkang tumeka,<br />
Warata sa Tanah Jawi,<br />
Ginawe kang paring gesang,<br />
Tan kenging dipun singgahi,<br />
Wit ing donya puniki,<br />
Wonten ing sakwasanipun,<br />
Sadaya pra Jawata,<br />
Kinarya amertandhani,<br />
Jagad iki yekti anak akng akarya.</p>
<p>Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.</p>
<p>9). Warna-warna kang bebaya,<br />
Angrusaken Tanah Jawa,<br />
Sagung tiyang nambut karya,<br />
Pamedal boten nyekapi,<br />
Priyayi keh beranti,<br />
Sudagar tuna sadarum,<br />
Wong glidhik ora mingsra,<br />
Wong tani ora nyukupi,<br />
Pametune akeh serna aneng wana,</p>
<p>Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.</p>
<p>10). Bumi ilang berkatira,<br />
Ama kathah ingkang ilang,<br />
Cinolong dening sujanmi,<br />
Pan sisaknya nglangkungi,<br />
Karana rebut rinebut,<br />
Risak tetaning janma,<br />
Yen dalu grimis keh maling,<br />
Yen rina-wa kathah tetiyang ambegal.</p>
<p>Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang mnyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tetapi bila siang hari banyak begal.</p>
<p>11). Heru hara sakeh janma,<br />
Rebutan ngupaya bukti,<br />
Tan ngetang angering praja,<br />
Tan tahan perihing ati,<br />
Katungka praptaneki,<br />
Pageblug ingkang linangkung,<br />
Lelara ngambra-ambra.<br />
Waradin saktanah Jawi,<br />
Enjing sakit sorenya sampun pralaya.</p>
<p>Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan Negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut masih berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.</p>
<p>12). Kasandung wohing pralaya,<br />
Kaselak banjir ngemasi,<br />
Udan barat salah mangsa,<br />
Angin gung anggegirisi,<br />
Kayu gung brasta sami,<br />
Tinempuhing angina angun,<br />
Katah rebah amblasah,<br />
Lepen-lepen samya banjir,<br />
Lamun tinon pan kados samodra bena.</p>
<p>Bahaya penyakit luar biasa. Disana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir, sehingga bila dilihat persis lautan pasang.</p>
<p>13). Alun minggah ing daratan,<br />
Karya rusak tepis wiring,<br />
Kang dumunung kering kanan,<br />
Kajeng akeh ingkang keli,<br />
Kang tumuwuh apinggir,<br />
Samya kentir trusing laut,<br />
Sela geng sami brasta,<br />
Kabalebeg katut keli,<br />
Gumalundhung gumludhug suwaranira.</p>
<p>Seperti lautan meluap arinya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri, Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan bergemuruh suaranya.</p>
<p>14). Hardi agung-agung samya,<br />
Huru-hara nggeririsi,<br />
Gumleger suwaranira,<br />
Lahar wutah kanan kering,<br />
Ambleber angelelebi,<br />
Nrajang wana lan desagung,<br />
Manugsanya keh brasta,<br />
Kebo sapi samya gusis,<br />
Surna gempang tan wenten mangga puliha.</p>
<p>Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap kekanan serta kekiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.</p>
<p>15). Lindu ping pitu sedina,<br />
Karya sisahing sujanmi,<br />
Sitinipun samya nela,<br />
Brekasakan kang ngelesi,<br />
Anyeret sagung janmi,<br />
Manungsa pating galuruh,<br />
Kathah kang nandhang roga,<br />
Warna-warni ingkang sakit,<br />
Awis waras akeh kang praptng pralaya,</p>
<p>Gempa bumi 7 kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia masuk ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.</p>
<p>16). Sabda Palon nulya mukswa,<br />
Sakedhap boten kaeksi,<br />
Wangsul ing jaman limunan,<br />
Langkung ngungun Sri Bupati,<br />
Njegreg tan bisa angling,<br />
Ing manah langkung gegetun,<br />
Keduwung lepatira,<br />
Mupus karsaning Dewadi,<br />
Kodrat itu sayekti tan kena owah.</p>
<p>Artinya:<br />
Demikian kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin dirobah lagi.<br />
&#8212;&#8212;-<br />
Kidung Pupuh Sinom ini masih sering dinyanyikan bahkan diyakini di tanah Jawa maupun di tanah Bali.</p>
<p>dari Serat Dharmo Gandul, Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya dalam ungkapannya dikatakan :</p>
<p>“…, paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus, Palon: pikukuh kandhang. Naya têgêsipun ulat, Genggong: langgêng botên ewah. Dados wicantên-kula punika, kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi, langgêng salaminipun.”</p>
<p>Artinya : (“…, apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata, Palon adalah kayu pengancing kandang (arti kiasnya: sebagai pedoman hidup), Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa, langgeng selamanya.”)</p>
<p>Kalau menyusuri sejarah maka tahun 1478 Mojopahit jatuh. Kerajaan di Jawa Timur yang masih bertahan adalah Blambangan, hingga akhirnya Pedanda Sakti Wawu Rauh (Danghyang Nirartha/Danghyang Dwijendra), ke Bali tahun 1489 M.</p>
<p>Dalam hal ini yang dimaksud Sabda Palon di tanah Jawa adalah Pedanda Sakti Wawu Rauh (Danghyang Nirartha/Danghyang Dwijendra).</p>
<p>Apakah ini hanyalah sebuah mitos, atau memang merupakan sejarah yang sebenarnya terjadi?</p>
<p>Kebenaran dari cerita ini perlu lebih banyak pembandingan dan pembuktian yang bisa dilihat di beberapa pustaka seperti: Serat Dharmo Gandul Sabdo Palon, Dwijendra tatwa, dan lain-lain.</p>
<p>Bila ini memang benar adanya maka kita semua tahu dan sadar bahwa kita sedang berada di jaman dimana kebangkitan Kerajaan Majapahit dan Sabda di atas sedang berlangsung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/09/menunggu-bangkitnya-kerajaan-majapahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan di pantai Nusa Dua&#8230;.Burung Pipit</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/06/jalan-di-pantai-nusa-dua-burung-pipit/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/06/jalan-di-pantai-nusa-dua-burung-pipit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 06:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[berjemur dipantai]]></category>
		<category><![CDATA[burung pipit]]></category>
		<category><![CDATA[burung terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[gadis kecil]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[joke]]></category>
		<category><![CDATA[nusa dua]]></category>
		<category><![CDATA[pantai bali]]></category>
		<category><![CDATA[pantai indah]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bali]]></category>
		<category><![CDATA[renon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[
Jalan-jalan dipantai nusa dua menikmati segarnya udara pantai. Sambil menikmati rujak mangga dengan kuah pindang kesukaan orang Badung waaah!! mantap sekali rasanya.
Pantai yang cukup sunyi dan tenang. Terlihat bule sedang merilekskan tubuhnya di tanah pantai berpasir putih, terlihat dua insan pasangan muda bule sedang asik mandi bersama dipinggir pantai sambil berpelukan dan bercanda tawa… ehheeem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lombokmarine.com/gallery/nusa_dua_aerial.jpg"><img class="alignright" src="http://www.lombokmarine.com/gallery/nusa_dua_aerial.jpg" alt="" width="360" height="215" /></a></p>
<p>Jalan-jalan dipantai nusa dua menikmati segarnya udara pantai. Sambil menikmati rujak mangga dengan kuah pindang kesukaan orang Badung waaah!! mantap sekali rasanya.</p>
<p>Pantai yang cukup sunyi dan tenang. Terlihat bule sedang merilekskan tubuhnya di tanah pantai berpasir putih, terlihat dua insan pasangan muda bule sedang asik mandi bersama dipinggir pantai sambil berpelukan dan bercanda tawa… <span id="more-382"></span>ehheeem romantic sekali mereka.</p>
<p>Seorang lagi membaca koran sendiri disana hanya mengenakan celana dalam sambil menikmati angin pantai sepoi-sepoi meniupi tubuhnya yang sedikit berbulu di dada. Jadi inget nih ama cerita yang dikirim lewat email oleh seorang temen beberapa waktu lalu, dan tidak sengaja saya temukan si sebuah blog seseorang, cerita ini tentang pria bule yang sedang berjemur di pantai pasir putih.</p>
<p>Cerita ini berjudul: gadis kecil dan burung pipit</p>
<p>Begini ceritanya:</p>
<p>Suatu pagi yang cerah di saat matahari baru menunjukkan sinarnya, Seorang pemuda bule yang baru selesai menikmati malamnya panjang sambil ditemani minuman beralkohol disampingnya…. Mabuk lagi….. Berjemur dipantai tanpa busana sama sekali sambil membaca koran walau setengah teller. Tiba-tiba seorang anak gadis kecil seusia 6 tahun terlihat berjalan melewatinya, dia pun menutup bagian tertentu tubuhnya dengan koran yang sedang dia baca.</p>
<p>Karena heran, anak gadis kecil itu berkata: “Apa sih yang Oom tutupi dengan koran itu ?” tanya gadis kecil itu polos sambil menunjuk koran. Karena malu, pemuda itu menjawab: “Ah tidak ada apa-apa dik. Itu hanya seekor burung pipit.” “Seekor burung pipit??” tanya gadis itu penasaran.</p>
<p><a href="http://balihoteltours.files.wordpress.com/2007/10/nusadua-bali03.jpg"><img class="alignleft" src="http://balihoteltours.files.wordpress.com/2007/10/nusadua-bali03.jpg" alt="" width="313" height="235" /></a>Setelah gadis kecil itu pergi berlalu, si pemuda kembali membaca koran sambil menenggak botol minuman kerasnya. Tak lama kemudian, si pemuda pun tertidur.</p>
<p>Ketika terbangun, Pemuda terkejut mendapati dirinya berada di rumah sakit dan merasa nyeri yang amat sangat. Sampai tak tertahan rasanya. “adaaaaawwwwuuuhhh” teriaknya.</p>
<p>Seorang polisi menanyainya: “Apa yang terjadi?”</p>
<p>“Saya tidak tahu. Saya sedang berjemur di pantai, lalu ada gadis kecil menanyai saya sebentar dan tidak lama setelah dia pergi, saya tertidur dan kini tiba-tiba berada di sini.”</p>
<p>Polisi itu segera pergi ke pantai mencari gadis kecil dan bertanya: “Apa yang kamu lakukan terhadap lelaki yang sedang berjemur ?”</p>
<p>Gadis kecil itu menjawab: “Saya tidak melakukan apa-apa terhadap Om itu. “Cuma waktu dia tidur, saya main dengan burung pipit miliknya tapi….. tidak lama kemudian, burung itu meludahi muka saya, karena itu saya patahkan leher dan paruhnya, saya pecahkan telur-telurnya dan saya bakar sarangnya !”</p>
<p>Polisi: “?!?!?!?!” ^..^!</p>
<p>Pesan yang saya tangkap dari tulisan ini:</p>
<p>-          Salah satu kerugian minum alcohol….. burungmu bisa terbakar</p>
<p>-          Jangan biarkan anak gadis anda main burung sendiri di pantai apalagi dengan orang yang tidak dikenal</p>
<p>-          Jangan minum alcohol sambil telanjang dan baca koran</p>
<p>-          Ingat! ganti kata burung dengan cacing karena anak gadis takut ama cacing…kalo lebih besar dari cacing boleh pakai belut…atau cacing raksasa agar lebih seram….</p>
<p>Heheeeeee just a joke (^..^)V</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/06/jalan-di-pantai-nusa-dua-burung-pipit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Dunia Meninggalkannya.. Bali Mempertahankannya</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 08:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[baliku]]></category>
		<category><![CDATA[banten]]></category>
		<category><![CDATA[canang]]></category>
		<category><![CDATA[lembongan]]></category>
		<category><![CDATA[mempertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[penjor]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih bali]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasihku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Datang ke sebuah pulau kecil di kaki pulau bali yang bernama nusa lembongan, tempat para wisatawan berlibur ditemani masyarakat desa yang ramah dan sederhana. Disitu kami beberapa anggota BCC (Bali Blogger Community) mengadakan bhakti social berupa pelayanan kesehatan gratis, pemasangan plang penunjuk arah dan pembersihan pantai dari sampah-sampah nonorganic, membuat tahun baru 2009 ini berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://www.woodsher.com/Bali/"><img class="alignleft" src="http://www.woodsher.com/Bali/balioo/Bali%20Old%20Lady.jpg" alt="" width="254" height="201" /></a>Datang ke sebuah pulau kecil di kaki pulau bali yang bernama nusa lembongan, tempat para wisatawan berlibur ditemani masyarakat desa yang ramah dan sederhana. Disitu kami beberapa anggota BCC (Bali Blogger Community) mengadakan bhakti social berupa pelayanan kesehatan gratis, pemasangan plang penunjuk arah dan pembersihan pantai dari sampah-sampah nonorganic, membuat tahun baru 2009 ini berbeda dari<span> </span>tahun baru sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">Namun ditengah kegembiraan membersihkan sampah di pantai kami duduk dipinggir pantai sambil <span id="more-226"></span>bergurau dan meratapi nasib bangsa ini, tak sengaja mata ini te</p>
<p class="MsoNormal">rtuju pada seorang ibu tua yang ditemani suaminya yang sudah keriput mengangkat janur-janur dari jukung yang baru saja berlabuh mengangkut mereka dari daratan. Sepertinya mereka baru datang dari perjalanan sehari-harinya sebagai pembuat canang dan banten (sarana sembahyang umat hindu). Dengan tertatih-tatih dan punggung yang mulai membungkuk sebagai tanda usia mereka mengangkut janur-janur segar dari jukung itu. Sesekali bapak yang punya jukung membantu memindahkannya ke punggung si bapak tua.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.armer-tropf.de"><img class="alignleft" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:QjCIfWUIJyyJaM:http://www.armer-tropf.de/photos/bali/bali_tempel4.jpg" alt="" width="170" height="128" /></a>Walau tubuh sudah membungkuk, usia menopause sudah terlewati, ibu yang tua itu masih menikmati pekerjaannya ya</p>
<p class="MsoNormal">ng sesekali membanting tulang untuk bertahan hidup sebagai seorang ibu. Bapak tua dengan kulit hitam keriput terbakar terik matahari pantai dengan setia mencintai dan menemani istrinya meneteskan keringat bersama. Sungguh romantis dan mengharukan melihat rasa cinta mereka. Fiiiuuuuhhh…. Melihat betapa besar semangat hidup mereka membuat dada ini spontan menarik nafas dalam. Tapi melihat senyum mereka ditengah-tengah keringat yang menetes membuat hati ini merenungi akan betapa besarnya pengaruh budaya di bali yang diteruskan turun temurun oleh nenek moyang terhadap kehidupan orang bali. Bersyukurlah orang bali memiliki budaya yang begitu indah membuat semua orang masih bisa tersenyum dalam setiap ker</p>
<p class="MsoNormal">ingatnya dan usianya. Mencintai semua makhluk dan budayanya.</p>
<p class="MsoNormal">Nenek moyang orang bali telah menurunkan rasa cinta terhadap semua makhluk kepada anak cucunya melalui tradisi dan budayanya. Membuat canang dari janur dan bunga, membuat penjor dari bambu dan tanaman yang terlihat sekilas tidak berguna, membuat sarana prasarana sembahyang dari buah-buahan, sayur, kayu, kelapa, pinang, sirih, daun, pisang, batu, semuanya bahan-bahan alami ini dapat diperjual belikan membuat perekonomian tetap berjalan. Tak ada krisis global di bali. Janur sampai daun kelapa tua pun dapat di jual dan dipergunakan untuk sarana mendekatkan diri pada Tuhan. Sungguh budaya yang indah dan dekat dengan alam.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.balipost.co.id"><img class="alignleft" src="http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/4/22/1-KUNO.JPG" alt="" width="269" height="184" /></a>Nenek-nenek dan kakek-kakek tua tidak perlu takut kehilangan pekerjaannya selama budaya ini masih ada.<span> </span>Tubuh-tumbuhan dan hewan tak akan pernah punah selama tradisi ini dijunjung tinggi. Tak akan ada kata pemanasan global atau kota yang penuh asap selama budaya ini tetap dijalankan. Begitu kuat dan indahnya budaya orang bali. Jarang pernah kita syukuri dan renungkan.</p>
<p class="MsoNormal">Disinilah buah kelapa muda dan tua itu dibutuhkan, disinilah daun pisang tua dan kering itu ada yang beli, disinilah sirih pinang kapur itu setiap hari diracik dan disayangi, disinilah buah-buahan itu bisa menjadi hiasan sebelum dipersembahkan dan dimakan. Disini lagi daun-daun yang kita kira tidak berguna ternyata bisa dijadikan bahan mendekatkan diri pada-Nya. Disinilah secuil beras merah dan kunyit itu dibutuhkan sehari-harinya. Saat dibelahan dunia lain semua ini ditinggalkan namun disini hal</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://i461.photobucket.com/albums/qq337/imadeharyoga/P1254198.jpg"><img class="alignright" src="http://i461.photobucket.com/albums/qq337/imadeharyoga/P1254198.jpg" alt="" width="209" height="279" /></a></p>
<p class="MsoNormal">kecil itu masih tetap menjadi teman hidup sehari-hari… disini… hanya di bali burung-burung kecil bahkan</p>
<p class="MsoNormal">semut disediakan dan mendapatkan makanannya. Setiap hari seujung jari nasi dipersembahkan dan dimakan oleh mahluk-mahluk kecil ini di setiap depan rumah, disetiap pojok pekarangan, dan disetiap ujung jalan. Disinilah itu terjadi..di pulau surga ini….</p>
<p class="MsoNormal">Namun akankah anak cucu orang Bali kelak mempertahankannya… budaya yang indah ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/01/saat-dunia-meninggalkannya-bali-mempertahankannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Kembang Api Tahun Baru di Nusa Lembongan</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2009/01/pesta-kembang-api-tahun-baru-di-nusa-lembongan/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2009/01/pesta-kembang-api-tahun-baru-di-nusa-lembongan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 08:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[Heart Sound]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[kembang api]]></category>
		<category><![CDATA[lembongan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[waduh saya kehilangan file tulisannya nih
cape deeeeee!!!
yah cuma pingin ngucapin terima kasih buat temen2 Bali Bloger Community yang uda ngajak saya melewati malam tahun baru di Nusa Lembongan tercinta
pesta kembang api menyambut tahun baru 2009 di nusa lembongan
maaf saya telat dateng yankes heee heee tapi untunglah obat yang dititipkan dokter oka di saya bisa tersalurkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>waduh saya kehilangan file tulisannya nih<a href="http://www.rumahtulisan.com"><img class="alignright" src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2009/01/bbc-cek.jpg" alt="" width="295" height="221" /></a></p>
<p>cape deeeeee!!!</p>
<p>yah cuma pingin ngucapin terima kasih buat temen2 Bali Bloger Community yang uda ngajak saya melewati malam tahun baru di Nusa Lembongan tercinta</p>
<p>pesta kembang api menyambut tahun baru 2009 di nusa lembongan</p>
<p>maaf saya telat dateng yankes heee heee tapi untunglah obat yang dititipkan dokter oka di saya bisa tersalurkan ke pasien-pasien kita <img src='http://imadeharyoga.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>thanks to:<span id="more-220"></span></p>
<p><a href="http://www.rumahtulisan.com/">bli antonemous</a> n mok luh de beserta keluarga</p>
<p><a href="http://www.blogdokter.net">dokter cock,</a></p>
<p>bli gendo beserta istri,</p>
<p>bli ardana,</p>
<p>ikha widari,</p>
<p>yudix,</p>
<p>eka,</p>
<p>gede,</p>
<p><a href="http://blog.ajaib.us/">fenny</a>,</p>
<p>agus tulang,</p>
<p>bertha,</p>
<p>mang sila,</p>
<p>n seluruh masyarakat Nusa Lembongan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2009/01/pesta-kembang-api-tahun-baru-di-nusa-lembongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Having  holiday in Sanur Beach</title>
		<link>http://imadeharyoga.com/2008/10/having-holiday-in-sanur-beach/</link>
		<comments>http://imadeharyoga.com/2008/10/having-holiday-in-sanur-beach/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 13:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haryoga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Island]]></category>
		<category><![CDATA[bali beach]]></category>
		<category><![CDATA[internet cafe]]></category>
		<category><![CDATA[mini market]]></category>
		<category><![CDATA[restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[sanur]]></category>
		<category><![CDATA[sanur beach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadeharyoga.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[



Sanur  beach is one of Bali’s beautiful beach located in East Denpasar. Besides its marvelous view, flat sea bottom makes possible for tourists to swim with families in this sea, or just sit and read books on cool aired coast. if you stay in a hotel or villa around sanur beach and want to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"><a href="http://www.tropicalisland.de/DPS%20Bali%20Sanur%20beach%20with%20Bali%20Beach%20Hotel%20b.jpg"><img class="alignright" src="http://www.tropicalisland.de/DPS%20Bali%20Sanur%20beach%20with%20Bali%20Beach%20Hotel%20b.jpg" alt="" width="254" height="164" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Sanur <span> </span>beach is one of Bali’s beautiful beach located in East Denpasar. Besides its ma</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">rvelous view, flat </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">se</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">a</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">bottom makes possible for tourists to swim with families in this sea, or just sit and read books on cool aired coast. if you stay in a hotel or villa around sanur beach and want to have some meals or buy some daily needs, there are wide choices of restaurant, shop, internet<span> </span>café, et cetera. This is the closest one we’ll introduce to you.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Opposite Inna Grand Bali Beach Hotel gate, north of Sanur Paradise Plaza Hotel, you can find various places such as restaurants, bars, internet café, money changers and mini market. Ones of them are “Arca” internet café and “Made Two” restaurant.</span><span id="more-65"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><span> </span><strong>“arca” internet café</strong> is fully equipped space and air conditioned , also provides some kind of beverages just in case you fell thirsty while surfing on the internet. The computers completed with CD ROM, USB port, printer, DVD and VCD writer, language options such as Japanese, Korean and Chinese besides English, just expect the guest to feel comfortable accessing the internet here.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">“<strong>Mikro” mini market</strong> just close to the internet café, provides foods and beverages and daily needs, also provides laundry services. There is a money changer between the internet café and mini market.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><a href="http://www.alphalink.com.au/~grum/myimage/sanurb.gif"><img class="alignleft" src="http://www.alphalink.com.au/~grum/myimage/sanurb.gif" alt="" width="200" height="135" /></a><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"><strong>“Made Two” restaurant and bar</strong> serves various foods menu, freshly cooked when ordered. You can enjoy the foods and beverages at the same time enjoying the music and the TV shows, or romantic night atmosphere.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">We do apologize if the service doesn’t satisfy you.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">enjoy your holiday in Bali especially in Sanur Beach. Thanks for your visit. Let’s protect Bali cause we all love Bali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><a href="http://www.indonesia-tourism.com/bali/map/html/balimap.html"><img class="alignright" src="http://www.indonesia-tourism.com/bali/map/bali-map-high.png" alt="" width="334" height="228" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">More infomation about Bali you can get from this site: <a href="http://www.indonesia-tourism.com/bali/map/html/balimap.html" target="_blank">bali map</a>, <a href="http://www.balitropical.de/hotels.htm" target="_blank">sanur map</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"><a href="http://www.balitropical.de/hotels.htm"><img class="alignleft" src="http://www.balitropical.de/Images/SanurMap2.gif" alt="" width="288" height="353" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadeharyoga.com/2008/10/having-holiday-in-sanur-beach/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

