Hanya Sebuah Perkenalan
Di halaman ini saya tuliskan sedikit tentang kehidupan dan siapa diri saya, sehingga blogger bisa lebih mengenal siapa saya apa adanya.
Saya I Made Haryoga, dilahirkan di Denpasar 23 Desember 1982 oleh seorang ibu Ni Wayan Wakul dari ayah I Wayan Turun. Kami tinggal di sebuah desa Renon tepatnya di Jalan Tukad Yeh Aya Gang XIX nomer 2 banjar Pande Renon. Sejak kecil saya di asuh sebuah keluarga yang sederhana, seperti anak petani yang lainnya masa kecil saya kebanyakan di sawah, bermain lumpur, bermain layangan, bergulat-gulat di “somi” sisa-sisa padi kering. Ayah adalah seorang petani yang sebagian besar harinya dihabiskan di tengah sawah, kadang ayah juga memanjat atau menebang pohon kelapa dan menjadikannya bahan bangunan sebagai pekerjaan sambilan yang seiring dengan waktu menjadi kerjaan pokok dan sebaliknya bertani menjadi pekerjaan sambilan, hee hee maklum gaji pak tani gak cukup untuk menyekolahkan anak. Begitu juga ibu saya bekerja membantu ayah di sawah sambil memelihara babi kadang juga berjualan di pasar kalau ada barang yang bisa dijual, jadi kadang jualan kadang libur. Namun saya bangga dengan ayah dan ibu saya dengan segala alasan yang ada dalam benak saya. Dan hal yang paling membuat saya bahagia dalam hidup saya adalah melihat ayah dan ibu saya tertawa bersama. Terutama saat panen tiba, he..he..
Sejak dilahirkan saya sudah diberikan anugerah 5 orang kakak tiri (I Wayan Widana, Ni Made Rasih, Ni Nyoman Warni, I Ketut Warsa, dan Ni Nengah Widanti). Ibu mereka –istri pertama ayah saya- meninggal pada tahun 1972 saat kakak saya yang nomer 5 (Ni Nengah Widanti) sedang berumur 2 tahun. Ayah berusaha mengasuh kelima anaknya sendiri sampai sampai tahun 1982 ayah menikah lagi dengan ibu saya. Sejak saya kecil sering terjadi perselisihan antara kakak dengan ibu saya tapi untunglah setelah semua berkeluarga semua menjadi akur kembali. Bahkan biaya kuliah dan hidup saya sebagian besar berasal dari kakak-kakak saya. Saya bangga mempunyai kakak-kakak seperti mereka.
Sekolah pertama saya adalah taman kanak dharma sejahtera dekat rumah, yah mungkin 700 meter jaraknya, biasanya bersama teman-teman sekelas saya berjalan kaki ke sekolah. Di TK ini saya mulai punya teman baru, yang saya ajak selama 2 tahun, TK nol Kecil dan TK nol Besar. Sekolah dasar saya selama 6 tahun di SD 2 Renon yang letaknya juga disitu di TK tadi. Tidak sombong, walaupun bukan anak terpandai di kelas tapi saya memang termasuk anak laki-laki terpandai di kelas saya selama di SD ini hee hee maklum dikit murud laki-lakinya. Kemudian saya lanjutkan sekolah di SMP 9 Denpasar yang sekarang menjadi SLTP 9 Denpasar, letaknya di Sanur. Jaraknya lumayan jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki sehingga saya ke sekolah naik sepeda gayung, disini saya mulai mengenal Pramuka yang lumayan memberikan pengalaman dalam hidup saya. Bersama regu kebanggaan kami Regu Srigala, kami ber 10 orang berhasil lolos ke Lomba Tingkat Nasional, yang membawa saya pertama kali keluar pulau Bali ke Ibu Kota Negara Jakarta. Di SMP 9 Denpasar ini saya juga termasuk salah satu orang terpandai he..he… sombong lagi nih… maklum dapet juara Umum I pas akhir kelas 3. Wah kayak jadi pemenang nih rasanya, soalnya sebelum-sebelumnya gak pernah nyampe jadi juara umumnya.
SMU yang saya banggakan adalah SMU 3 Denpasar atau bisa disebut TRISMA tempat saya menuntut ilmu selama 3 tahun, dan selama 3 tahun ini pula saya masih naik sepeda gayung ke sekolah karena memang gak boleh pakai sepeda motor atau mobil ke sekolah, hee. Yah sekolah ini merupakan salah satu sekolah terfavorit di Denpasar mungkin juga di Bali waktu itu. Nah disinilah saya tidak lagi menjadi salah satu orang terpadai di sekolah hee, pasalnya orang-orang Bali yang pandai-pandai pada berkumpul disini. Tapi jangan salah, saya menjabat sebagai salah satu dari 16 besar pengurus OSIS TRISMA yaitu sebagai KaSIE III yang mengatur semua tentang keamanan dan kedisiplinan sekolah, tapi sayangnya saya jadi orang yang paling ditakuti di sekolah karena bertugas menghukum orang yang melanggar ketentuan sekolah, padahal saya gak pernah ingin menakut-nakuti mereka… maaf-maaf temen-temen. Tapi bagi yang tau pribadi saya pada gak takut lagi hee. Di SMU ini saya lumayan banyak megikuti kegiatan organisasi, baik kepramukaan maupun OSIS, dan mendaki gunung menjadi kegemaran yang semakin sering saya jalani sejak SMP. Saat akan tamat SMU saya bersama teman-teman sekelas 3 IPA 2 membuat surat perjanjian akan berkumpul kembali pada tanggal 2 Januari 2011 apapun keadaannya yang penting tidak diluar kemampuan sebagai manusia akan bertemu kembali di sekolah yang kami cintai ini. Masa SMU masa yang tidak bisa dilupakan.
Tamat SMU saya membuat sebuah milis Karisma_22@yahoogroups.com yang saya harapkan dapat merangkul semua teman-teman seangkatan saya di SMU 3 ini. Lumayan…sampai saat ini milis ini masih aktif dan temen-temen bisa pada tetap kontak.
Kehidupan saya berubah saat saya tamat SMU, semua yang berjalan mulus sejak dulu sekarang berubah menjadi sebuah kisah hidup yang buruk. Setelah saya lulus ujian masuk perguruan tinggi di fakultas kedokteran udayana dan STT Telkom saya memilih untuk melanjutkan bersekolah di STT Telkom dan orang tua pun menyetujui walaupun dengan sedikit berat hati, namun 3 bulan saya disana dipenuhi dengan kegiatan pulang pergi praktek dokter karena terkena demam thypoid yang berkepanjangan tak kunjung sembuh, untungnya teman-teman seperantauan merawat saya dengan baik sehingga saya masih bisa bertahan hingga akhirnya harus pulang karena semua keluarga sudah takut sakit saya semakin parah. Karena kelamaan sakit gak sembuh-sembuh akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi kuliah saya di STT Telkom. Akhirnya saya nganggur setengah tahun. Bayangkan bagaimana stressnya saya yang sebelumnya sudah dapat peluang kuliah di fakultas kedokteran dan STT Telkom kini harus kehilangan kesempatan kedua-duanya. Selama 8 bulan saya berusaha menghibur diri dengan bekerja membantu ayah saya menebang kayu dan saya pun belajar menggunakan mesin pemotong kayu, belajar naik pohon, dan kadang diam seharian di sawah. Tapi tetap ada yang membuat saya bahagia, yaitu melihat ayah dan ibu saya tertawa bersama, walau dalam hati saya tahu saya telah mebuat ayah kecewa. Tapi ayah selalu member saya semangat untuk bangkit kembali. Saya pun mengikuti les-les untuk agar bisa masuk kuliah lagi sambil bekerja di sebuah warnet di Sanur ‘arca internet’ milik kakak tiri saya yang kebetulan belum mendapat pegawai karena baru dibuka. Singkat kata saya pun lulus untuk yang kedua kalinya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Namun biaya kuliah di kedokteran ternyata sangat tinggi untuk setingkat keluarga saya untunglah paman, bibi, dan kakak tiri saya membantu pembiayaan kuliah saya bahkan setiap bulan member uang saku, tak terhitung berapa besar utang-utang saya pada mereka.
Selama kuliah di Fakultas kedokteran udayana ini saya masih tetap bekerja di warnet kakak saya selama 4 semester, karena tidak bisa setiap hari disana akhirnya saya berhenti bekerja di warnet, hanya mengajar les privat pada anak SMP lewat usaha teman saya. Selain itu saya juga ikut organisasi remaja Kisara (Kita Sayang Remaja) baik sebagai konselor remaja maupun mengisi acara remaja di salah satu stasiun radio di Denpasar dan sebagai tutor ceramah di SMU, SMP, Lembaga masyarakat maupun di Universitas udayana sendiri. Selain itu juga ikut sebagai panitia acara-acara yang diadakan bersama Kisara, yang paling besar saya ikuti adalah Dance 4 Life pertama di Bali. Kisara memberi saya banyak kesempatan untuk belajar berorganisasi, menambah pengalaman dan teman. Oia saat kuliah di Fakultas Kedokteran ini saya juga membentuk sebuah kelompok pecinta alam yang terdiri dari orang-orang yang gemar mendaki gunung namanya DHAC (Double Helix Adventure Club) – Double Helix adalah nama angkatan saya di Fakultas Kedokteran.
Ok segitu dulu cerita dari saya tentang saya mungkin akan saya tambah lagi seiring dengan berjalannya waktu. Mohon doa restu teman-teman semua dalam mengarungi kehidupan yang penuh gelombang suka dan duka ini. Semoga kita semua selalu berbahagia.
Mohon maaf bila ada hal yang menyinggung hati teman-teman. Dalam setiap tulisan yang saya posting ke blog ini tidak ada sedikit pun keinginan untuk menyakiti hati siapa pun, termasuk hati anda yang sekarang sedang membaca tulisan ini.
Hormat saya
I Made Haryoga
Yang menginspirasi hidup saya:
- Ayah dan ibu saya
- Mahatma Gandhi
- Gede prama
29-01-2009 Kisah ini dilanjutkan lagi.
Setelah bergelut dengan kehidupan koas, menimba ilmu di berbagai rumah sakit di Bali. Mengadu nasib dengan penguji-penguji tangguh, akhirnya lulus juga di semua bagian sesuai jadwal 2 tahun…. Ffiiiuuuuh… leganyaa……
Tanggal 13 september 2008 saatnya dilantik jadi dokter serta mengucapkan sumpah dokter dihadapan dekanat, pedanda, keluarga, teman, dan tentunya yang terpenting di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Dan tiba saatnya hari yang bersejarah bagiku tanggal 15 November 2009 berkesempatan naik podium bersalaman dengan Rektor Universitas Udayana sebagai wisudawan di wisuda ke 85 Universitas Udayana hoorreeee…akhirnya perjuangan selama 6 tahun membuahkan hasil juga.
Lets working!!!! Kerja pertamaku di sebuah klinik di Kuta menambah pengalaman menghadapi pasien bule, wah pakai English kocar kacir yang penting maksud dokter ke pasien n maksud pasien ke dokter tersalurkan hee..hee… tapi selang beberapa bulan….sebuah kewajiban memanggil…..
Meski pengalaman berenglish-english berkurang dan tentunya gaji yang lebih kecil saya memilih untuk mengabdi sebagai seorang dokter PTT (ternyata keterima, padahal cuma iseng-iseng mendaftar heee hee..) yang sementara ini di tugaskan di dinas kesehatan propinsi untuk melengkapi salah satu Tim Yantis (Pelayanan Kesehatan Gratis) ke seluruh pelosok Bali, sebuah program baru dari Gubernur Bali Mangku Pastika …. Fiiuuuuhh tiap hari naik mobil ke luar kota oiii… pantat panas… perut mual mual…. Tapi untunglah saya berada di dalam sebuah group yang solid n penu
h dengan cerita jadi tidak bosan seperti tur bersama keluarga cuma bedanya turnya bukan weekend tapi everyday after weekend heee….
Tapi satu yang saya ambil hikmahnya bekerja mengabdi sebagai seorang dokter PTT ini ialah mengingatkan saya pada kata-kata Beliau yang saya kagumi Bung Karno….kita hidup memang untuk melayani semuanya mengabdi pada Negara, Nusantara, dan umat manusia….
Beliau berkata: “I am glad to be a servant of my country, to be a servant of the poor, to be a servant of mankind, to be a servant of God…”
I love that words…..











September 15th, 2008 at 11:03 pm
Ternyata Perjalanan Pak Haryoga panjang juga.. penuh jalan berliku2
Tetep Sukses n tetap semangat
September 17th, 2008 at 1:19 pm
ooiii ben thanks uda meng-upgrade blog aye…kayaknya aye perlu belajar lebih banyak lagi nih tentang dunia perwebsitetan..heee
September 17th, 2008 at 1:22 pm
thanx.
tetap semangat juga! n mari kita sama2 sukses dokter benny!
October 9th, 2008 at 3:05 pm
Oi, keren website ne, jeb ajain rage dije ne hosting ne free…….lumayan promosi diri
Sip rg konden isa ngeblog dll, paling email gen abiz many duty must i do, fiuh………………
Oce, luung website ne, tapi kog mengharukan sekali crita diatas, sedihh…. hikz….yap sukses sll…….
Viva Double helix…viva FC Robbins……..viva TBM Janar Dhuta…Viva DHAC….viva Kisara Youth Clinic
October 10th, 2008 at 8:15 am
Om Swatyastu Pak Made, membaca crt hidup anda ternyata sll ada orang2 muda terinspirasi pd tokoh2 besar terutama tkh agama. Semoga sukse merih cita2 anda dg doa dan cinta dr kluarga anda. Om Santhi3 Om
October 12th, 2008 at 11:57 am
wah suksma trima kasih atas commentnya
@pram: iya bos kita belajar bareng ntar bikin webnya. saya juga masih belajar dario mr. benny guru web setia saya heee hee..
viva double helix…!
@ayu: salam kenal buat ayu. iya beliau2 memang menginspirasi hidup saya. semoga kita menjadi manusia yang berguna bagi nusantara dan dunia. bisa gak ya
October 21st, 2008 at 12:34 am
Wah Pram juga mau buat web toh…..
Kalo mau aku ada cara yang free….
Semangat Har… Keep Posting… kalo bisa teratur biar cepet keindex ma Om Google
October 23rd, 2008 at 8:57 am
October 24th, 2008 at 3:16 am
makin rame aja nih….
ada ndak ya…info tentang sekolah musik yang bagus???
October 26th, 2008 at 12:37 pm
oc wulan, ntar kalo ada saya infokan yooo
thanks uda comment disini…
October 31st, 2008 at 4:13 am
wuah..jadi terharu puk…
November 4th, 2008 at 12:36 pm
hee…jangan ampe keluar air liur tika…
November 4th, 2008 at 3:43 pm
Aku telhalu Ga….hikz..hikz..
November 6th, 2008 at 6:18 am
Salam kenal, wah senangnya bisa mampir disini (^_^)
November 6th, 2008 at 6:48 am
@amik jegeg: menangislah…karena itu adalah bagian dari kehidupan
@-G-: salam kenal juga mbak….
semoga semuanya senang n makin rame
November 19th, 2008 at 12:17 am
cool story ya ga hehehehe….. sukses ya
December 17th, 2008 at 6:20 am
Untuk Dik Made Haryoga, sukses ya… Blognya bgs bgt.
Juga Sukses buat anak-2 muda Bali….
Salut buat, terutama yang interest pada spirituality.
Semoga semakin banyak generasi muda yang menjaga Bali tetap ajeg…
Dari Jauh, kudoakan sukses selalu.
December 23rd, 2008 at 1:33 am
haaaiiiiiiiiii
buih jeg udah banyak kemajuan bli bagus puk…be dueg ngae blog asane,kapan-kapan bisa nih berguru…
moga sukses dengan blognya…tetap semangat bro….
December 23rd, 2008 at 6:40 pm
Salam super…..
“lama aku mengetuknya…. tatkala pintu itu terbuka, baru aku sadar bahwa aku mengetuknya dari dalam…..”
luwung sajaan Har…. ajain je ngae…
December 29th, 2008 at 2:00 am
punya sawah di renon sama dengan nabung di bank 5m….
December 29th, 2008 at 8:14 am
@dewi: yes real story bos


thanks
@pande: yoi nde kita ngeblog bareng yuuukkksss
@jimmy: weleh2 jimmy salah satu pengagum gede prama juga…ayo buat blog dong jim!!!
@mok komang: salam kenal..!! mari kita salingmendukung dan membantu
December 29th, 2008 at 10:38 am
wah, profilnya panjang sajan. bisa bikin autobiografi tuh. saingan sama the great vedakarna. haha..
salam, har. payu milu ke lembongan?
December 29th, 2008 at 11:50 am
Har… Plugin Askimet anti spam ne blog wae sube aktifang raga jadi wae sing perlu ngapus2 comment porno to….. langsung tangkap jak askimetne….
Spam Aman jani…
December 30th, 2008 at 6:47 am
@a!: jadi mas!! besok saya brangkat ama eka FKH jam stengah 2 tunggu disono tooo
@benny: thanks begete ben…!!!! sekarang udah aman…wah dokter benny memang ahlinya ooiii!!!
December 30th, 2008 at 10:26 am
salam kenal pak dokter…
*
ini pak dokter yang tadi pagi sms saya bilang besok berangkat bareng ke lembongan ya? *eh, ternyata emang bener, baru liat ada komennya mas anton disini
wah, alumni TRISMA juga ya dok? angkatan berapa? saya angkatan XXVI Trisma
salam TRISMA!!!!!
December 30th, 2008 at 5:07 pm
Salam kenal Bli Yoga.. Sukses dan bahagia selalu
January 1st, 2009 at 1:34 am
salut buat bli haryoga. Cocok jadi penulis . belajar mencintai ibu lagi tu menyentuhhh!!!!damn
ne, adikne amik
oponk
January 7th, 2009 at 8:58 am
@ekads: yooiii salam kenal! ternyata adik kelas neee!! hidup trisma ooii!!
@made sariada: salam kenal juga
@opong: ooiii uda jadi blognya?thanks
January 8th, 2009 at 7:25 am
Kunjungan kenegaraan…
Salam kenal.
January 15th, 2009 at 12:33 pm
salam kenal bli, saya baca ceritanya dari awal sampe akhir, bener2 sebuah kisah yang berliku-liku. Semoga sukses terus kedepannya ya bli..
salam kenal
January 16th, 2009 at 2:11 am
Kisah perjalanan hidupnya juga bisa menjadi inspirasi bagi yang laiin, dok. Terutama itu, tentang semangat untuk berjuang sembari kuliah kerja di warnet bla bla bla..
January 17th, 2009 at 4:07 pm
salam kenal , pak!
terakhir kami di bali, telah berubah sama sekali di bandingkan 15 thn yg lalu. kemacetan lalu lintas yang tak nyaman. suasana hijau yg semakin menipis. dan transportasi umum yg minim.
ketika ibu saya,60 tahunan, ingin berjalan sendirian dari bank danamon di jalan gunung agung sampai toko yadnya di jalan gajah mada.seperti yg beliau lakukan ketika kami masih tinggal di bali.
dengan HP-nya beliau meminta kami menjemputnya! gara-gara susahnya menyeberang jalan!
para pemakai lalu lintas (mobil dan sepeda motor) sama sekali tak memperdulikan kesopanan (= memberi pejalan kaki haknya untuk ikut menggunakan jalan).
kalau ada traffic lights, tapi dibuat sedemikian rupa sehingga si pejalan kaki harus lari terbirit-birit (seperti di perempatan jalan gatot subroto, misalnya).
semoga hal ini bisa diperbaiki. karena jalanan bukan hanya hak pengendara, tapi juga pejalan kali.
mohon diperjuangkan, pak!
terima kasih.
January 21st, 2009 at 8:28 pm
duh…
udah lama awak tak berkunjung kesini
pa kabar made!!
February 19th, 2009 at 10:26 pm
Aku kira hidupku adalah jalan hidup yang paling keras…
Tapi ternyata kamu telah melewati jalan yang lebih berliku dibandingin aku.
two thumbs up for u!
March 12th, 2009 at 3:47 pm
http://hyvesnoot.blogspot.com housecall free virus scan
http://sites.google.com/site/hyvessocialblogs/ nocreditcard
http://www.youtube.com/rgsdoor TrafficSyndicate
http://groups.yahoo.com/group/antiviruslists/message/1 housecall free virus scan
http://www.flickr.com/groups/bbsnews/ anti spyware uk
http://stumbltump.wikidot.com gator
http://wewew.vox.com free godzila
http://sitros.wikispaces.com free online virus remover
April 15th, 2009 at 10:23 am
Salam kenal dok… Kisah hidup yang menginspirasi…
Keep the fight…tetap semangat.
Jangan lupa mampir ke web saya ya…
May 9th, 2009 at 7:29 am
Wah, pak dokter Haryoga memang hebat nih, daya ingatnya luarbiasa mampu mengingat secara rinci kejadian yang dialaminya sejak baru lahir. Menjadi dokter PTT pelayan gratis bagi masyarakat seluruh Bali sebuah pengabdian yang tulus yang tidak terlupakan sepanjang kenangan, selamat berjuang dan salam sukses…
May 12th, 2009 at 10:52 am
wahhhhhh sangat mengesankan, salam kenal ya pak dokter…..
May 23rd, 2009 at 4:10 pm
bli… walah>> sudah lama saya menjadi pembaca setia imadeharyoga.com
cuma baru kepikiran buat ngasi komen setelah baca-baca komen temen2x yang laen
mau tips buat hostingnya dong>>> dije hosting ne? kude mayah? design? dll
emailin aku nomer telpmu bli….
May 23rd, 2009 at 4:12 pm
Perlu Perubahan nih…dengan wajah baru yg lebih Fresh…
Raga ada banyak stok template Wordpress luung-luung…berminat?
May 30th, 2009 at 8:13 am
wah kisah anda panjang sekali
ternyata ada secuil persamaan, tanggal, bulan serta taun lahir kita . . .
June 23rd, 2009 at 10:08 am
Hmmm… (tersenyum sendiri). Sangat menarik mengamati sosok lain seorang haryoga. Sosok yg dulu kukenal ‘rough and tough’ saat menjadi OSIS. Sekarang lebih ‘manusia’. Nothing else to say, great… just great.
Salam, ekadar
July 18th, 2009 at 5:33 pm
har or yoga..tuh kan bingung manggil kamu..keren bangeeet pak blognya..ajarin doooooong wuekekkekeke…wah perjalanan hidupmu luar biasa..tetap semangat ya!!!
July 19th, 2009 at 6:58 pm
Hidup adalah akar yang menjalar, menjelajah kesegenap destinasi, walau susah walau sukar walau yang datang hanyalah seberkas sinar yang bakal menyinari hidup hanya sesingkat saja.
Semoga kita mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kita bahagia, cukup cobaan untuk membuat kita kuat, cukup penderitaan untuk membuat kita menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kita positif terhadap kehidupan…
July 22nd, 2009 at 2:39 pm
@pak terah: iya semoga ada cukup harapan untuk kita tetap positif terhadap kehidupan pak. thanks atas semua komen2nya yang tiba2 ada dimana hehehe. sekali lagi thankyou verymuch yaaa
@ari: beneran mau bikin blog?oc kapan2 kita belajar bareng hehehehe
@ekadar:halo bro, tenang saja saya tidak seperti yang anda bayangkan saat dulu menjadi kakak kelas anda di SMA 3 denpasar tercinta.itu bagian dari perjalanan hidup dan pembelajaran hidup bagi saya hehhee
@yudhi:waaah ternyata seorang kakak kelas yang sama tanggal bulan dan tahun kelahirannya.terima kasih sudah berkunjung.
@evert P.:thanks uda baca blog aye bos. harus buat blog juga yoo!!!ayooo semua buat blog!!!hehehe
@buat semuanya: salam kenal yoo thanks uda berkunjung kesini
mohon kritik dan sarannya thanks
December 13th, 2009 at 6:46 pm
Kunjunngan balasan….
Moga sukses selalu