Sudah berbulan-bulan pulau tercinta kita ini dilanda masalah penyakit rabies. Perlu kita ketahui bahwa penyakit rabies memang sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Seperti virus demam berdarah, virus rabies juga dapat menular, namun tidak melalui air liur nyamuk melainkan melalui air liur hewan bertaring (Morsum Canis) yaitu: ANJING, KUCING, dan KERA. Apakah anda memelihara salah satunya?
Di Bali, di pulau yang indah ini, ada kebiasaan penduduk sejak jaman dulu memelihara anjing sebagai penjaga rumah. Anjing dibiarkan berkeliaran baik pagi, siang maupun malam. Anjing biasanya tidak dikurung, maupun tidak diikat. Tidak jarang anjing dapat membuat enggan pencuri maupun perampok masuk ke rumah kita. Bahkan anjing dapat membuat pencuri lari tunggang langgang, melewati parit dan terkapar jatuh di sungai. Tidak heran dalam satu rumah di Bali kita menemui 4 sampai 5 anjing peliharaan berlarian kesana sini. Namun apakah mereka peduli dengan kesehatan anjing-anjingnya? Jangankan membelikan vaksin untuk anjing, kadang pemiliknya sakit pun belum tentu ke dokter untuk berobat..hehee
Kondisi ini tentunya merupakan salah satu faktor penyebab sulitnya pemberantasan rabies di Bali. Selain juga faktor-faktor yang lain.
Permasalah VAR (VARORAB) atau vaksin anti rabies yang belakangan ini terus muncul banyak di media massa seolah menceritakan bahwa pemerintah propinsi bali maupun pemerintah kabupaten kurang peduli dengan permasalahan ini. Kelangkaan vaksin di rumah sakit-rumah sakit daerah, dan kejadian gigitan anjing terus saja bergulir tanpa ada tanda-tanda penurunan, membuat masyarakat resah dan kadang emosi dibuatnya.
Namun kalo coba kita lihat kembali, pemerintah propinsi Bali ternyata sudah mengeluarkan jumlah dana yang tidaklah kecil untuk pembelian vaksin antirabies (Varorab) ini. Anjing-anjing pun sudah hampir semua di vaksin (vaksin mati.. heeehee), namun tetap saja kasus gigitan hewan bertaring yang memerlukan vaksin bermunculan disana sini. Pemberitaan kematian karena rabies terus kita temui di media masa. Lalu sampai kapan akan seperti ini? Sampai anjing-anjing dibali semuanya dimusnahkan? Atau sampai dana pemerintah habis hanya untuk membeli Varorab? Atau sampai…sampai nanti…?
Dibalik upaya pengadaan vaksin ini apakah terjadi penurunan “daya pemeliharaan” masyarakat terhadap hewan bertaring ini khususnya anjing? Bisa kita lihat ke rumah-rumah penduduk di Bali, tetap saja banyak anjing berkeliaran tanpa Kalung (tanda sudah divaksin rabies). Bisa dibilang peran masyarakat Bali belum maksimal untuk bersama-sama menanggulangi masalah rabies dan kelangkaan Var ini.
Perlu dibuatkan aturan baru yang resmi dan juga aturan adat yang mengikat tentang pemeliharaan hewan bertaring ini, khususnya ATURAN MEMELIHARA ANJING.
Menurut saya, aturan yang paling penting adalah: siapa yang memelihara, maka dialah yang harus ikut bertanggung jawab.
Aturan harus jelas. Bila terjadi gigitan maka pemilik anjing harus bertanggung jawab dalam pembelian varorab maupun pengobatannya. Bila tidak ada pemiliknya maka Banjar atau Desa yang memiliki wilayah dimana anjing itu bernaunglah yang bertanggung jawab membiayai pengobatan dan vaksinnya sampai tuntas. Jadi pemerintah tidak usah menggratiskan lagi varorab, atau mungkin hanya perlu memberikan diskon untuk pembelian var di Rumah Sakit pemerintah.
Dengan adanya aturan yang mengikat pemilik dan Banjar atau Desa tersebut, maka akan muncul rasa tanggung jawab masyarakat dan banjar serta desa-desa di Bali terhadap anjing-anjing di wilayahnya sehingga menekan jumlah anjing liar maupun populasi anjing secara umum yang berisiko menularkan rabies di Pulau Bali tercinta ini.
Dilain pihak pemerintah harus terus memantau perkembangan populasi anjing dan selalu siap memberikan vaksin gratis untuk anjing-anjing dan hewan bertaring lainnya ke pelosok-pelosok desa dibali. Sehingga seluruh anjing dibali mendapatkan vaksin.
Mungkin dengan cara ini rabies tidak bisa diberantas sampai 100%, namun setidaknya akan menghemat pengeluaran pemerintah dan yang lebih penting lagi, dapat memupuk kesadaran masyarakat Bali untuk ikut berperan dalam penanggulangan Rabies dan lebih mencintai Anjing-anjing Bali.
‘Haryoga’









Leave a Reply