Hati Hati Gatal Sekeluarga Malam Hari

Mon, Jan 4, 2010

health: kesehatan

Pernahkah anda dan keluarga merasakan gatal bersamaan dimalam hari? Atau gatal-gatal di ketiak, sekitar puting susu, sekitar pusar, di alat kelamin, di bokong, di pergelangan tangan, telapak tangan dan kaki, di siku, atau di sela-sela jari tangan?

Berhati hatilah mungkin keluarga anda adalah salah satu keluarga yang terjangkit skabies.Tetapi untungnya penyakit ini tidak mengenai keluarga yang menerapkan pola hidup bersih, dan tidak begitu bahaya seperti rabies walaupun namanya mirip tapi sangat jauh berbeda.

Nah apa sebenarnya skabies itu? Mari kita baca sedikit celoteh tentang penyakit parasit ini, yang saya ambil dari tugas-tugas dokter muda lengkap dengan sumbernyaJ

Apa sih skabies itu?

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabei var, hominis dan produknya (DERBER 1971). Penyakit ini sangat mudah sekali menular dan sangat gatal terutama pada malam hari. Faktor yang mempengaruhi ialah hygiene yang kurang baik.¹ sering disebut: The itch, gudik, budukan, gatal agogo.¹

Apa benyebabnya dan bagaimana penularannya?

Sarcoptes scabei termasuk filum Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes scabei var.hominis. Selain itu terdapat Sarcoptes scabei yang lain, misalnya pada kambing dan babi.

Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan tidak bermata. Ukurannya, yang betina berkisar antara 330-450 mikron x 250-350 mikron, sedangkan yang jantan lebih kecil, yakni 200-240 mikron x 150-200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang kaki didepan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir pada rambut, sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat perekat.

Siklus hidup tungau ini sebagai berikut. Setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi diatas kulit, yang jantan akan mati, kadang- kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh yang betina. Tungau betina yang sudah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum, dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50. Bentuk betina yanag dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya. Telur akan menetas, biasanya dalam waktu 3-5 hari, dan mempunyai larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan, tetapi dapat juga keluar.Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina, dengan 4 pasan kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari.¹

Sarcoptes Scabiei var. hominis. 5

Setelah sekitar 1 minggu, telur menetas, dan anak Sarcoptes akan tumbuh menjadi dewasa. Sarcoptes dewasa ini akan keluar dari lorong-lorong untuk mencari pasangannya (hal ini biasanya terjadi pada malam hari). Oleh karena itu penderita scabies akan merasakan gatal-gatal pada malam hari.³

Siklus tersebut akan terulang lagi. Lorong-lorong yang lama akan menyembuh, sedangkan ditempat yang lain akan terbentuk lorong-lorong baru. Bekas lorong-lorong tersebut akan meninggalkan kelainan gambaran sebagai berikut :

  1. Hiperpigmentasi
  2. Tidak berskuama

Kelainan kulit pada scabies. 5

Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau scabies, tetapi juga pada penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi disebabakan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan eksreta tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dan lain-lain. Dengan gaukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder.²

Bagaimana tanda-tanda dan gejala yang dirasakan?

Ada 4 tanda kardinal :

  1. Proritus nokturna, artinya atal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.
  2. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang tungau tersebut. Dikenal keadaan hiposensitisasi, yang seluruh anggota keluarganya terkena. Walaupun mengalami infestasi tungau, tetapi tidak memberikan gejala. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier).
  3. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-aban. Berbentuk garus lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujng terowongan itu didapatkan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi, dan lain-lain). Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis, yaitu: sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mammae (wanita), umbilicus, bokong, genetalia eksterna (pria), dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.
  4. Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini.

Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda cardinal tersebut.¹

Khas untuk skabies adalah rasa gatal yang amat sangat terutama pada malam hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari suasananya lebih hangat, sehingga larva aktif akan keluar dari sarangnya.

Efflorosensinya berupa papula atau vesikel dimana puncaknya terdapat gambaan yang sebenarnya merupakan lorong-lorong rumah sarcoptes yang biasanya disebut dengan istilah burrowsatau kunikulus. Kunikulus ini pada pemeriksaan fisik kadang tidak terlihat (tidak ditemukan) karena sudah hilang akibat garukan kronis. Jika terjadi infeksi sekunder, kunikilus ini dapat menjadi pustula.

Apabila skabies mengenai gland penis seperti gambar diatas, maka akan terbentuk papula-papula eritematus yang jelas. Papula ini mirip dengan papula pada sifilis, hanya bedanya bahwa papula pada skabies tersebut terasa gatal sekali.

Jika skabies ini terjadi pada skrotum seperti gambar diatas pula, maka gambarannya akan semakin jelas lagi. Hal ini dikarenakan stratum korneum scrotum lebik tipis. Sehingga papula akan semakin jelas terlihat. Didaerah lain, stratum korneumnya biasanya lebih tebal, sehingga papulanya akan lebih tidak terlihat.

Penularan skabies dapat terjadi secara :

  1. Kontak langsung dengan penderitanya.
  2. Secara tidak langsung, misalnya melalui pakaian, alat-alat tidur, dan lain-lain.
  3. Sarcoptes Scabei sendiri senang berpindah-pindah tempat.

Sebagai catatan sewaktu terjadi penularan tersebut, orang yang ditulari tidak merasa gatal-gatal.

Apabila seseorang pernah terkena skabies, maka pada penularan yang kedua telah terjadi sensitisasi gejalanya akan berubah menjadi :

  1. Nodul
  2. Besar
  3. Teraba keras
  4. Khas pada daerah longgar atau lunak.

Gejala ini sering dikelirukan dengan urtika. 4

Skabies Norwegia (scabies berkrusta)

Bentuk scabies ini ditandai dengan dermatitis berkrusta pada tangan dan kaki, dan skuama yang generalisata. Bentuk ini sangat menular, tetapi rasa gatalnya sangat sedikit. Tungau dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat besar. Penyakit ini terdapat pada penderita dengan retardasi mental, kelemahan fisis, gangguan imunologik, dan psikosis.¹

Bagaimana cara memastikan itu benar-benar scabies?

Dengan adanya keluhan gatal terutama pada malam hari, kelaina kulit pada tempat predileksi, dan adanya penyakit serupa pada angota keluarga yang serumah, sudah dapat diduga bahwa penyakit tersebut adalah scabies. Terlebih-lebih jika ditemukannya terowongan.¹

Cara menemukan tungau :

  1. Carilah mula-mula terowongan, kemudian pada ujung yang terlihat papul atau vesikel dicongkel dengan jarum dan diletakkan diatas sebuah kaca obyek, lalu ditutup dengan kaca penutup dan dilihat dengan mikroskop cahaya.
  2. Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung di atas selembar kertas putih dan dilihat dengan kaca pembesar.
  3. Dengan membuat biopsy irisan. Caranya: lesi dijepit dengan 2 jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau dan diperiksa denga mikroskop cahaya.
  4. Dengan biopsy eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan H.E.

Ada beberapa penyakit yang menyerupai scabies

Adanya pendapat yang mengatakan penyakit scabies ini merupakan the great imitator karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal. Sebagai diagnosis banding ialah : prurigo, pedikulosis korporis, dermatitis, dan lain-lain.¹

Bagaimana mengobatinya?

Syarat obat yang ideal adalah :

  1. Harus efektif terhadap semua stadium tungau.
  2. Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik.
  3. Tidak berbau atau kotor serta tidak merusak atau mewarnai pakaian.
  4. Mudah diperoleh dan harganya murah.

Cara pengobatannya ialah seluruh anggota keluarga harus diobati (termasuk pendrita yang hiposensitisasi).¹

Jenis obat topikal :

  1. Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Preparat ini karena tidak efektif terhadap stadium telur, maka penggunaanya tidak boleh kurang dari 3 hari. Kekurangannya yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi. Dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun.
  2. Emulsi benzyl-benzoas (20-25%), efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama tiga hari. Obat ini sulit diperoleh, sering memberi iritasi, dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
  3. Gama Benzena Heksa Klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1% dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan, dan jarang memberi iritasi. Obat ini tidak dianjurkan pada anak dibawah enam tahun dan wanita hamil, karena toksis terhadap susunan saraf pusat. Pemberiannya cukup sekali, kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.
  4. Krotamiton 10% dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan, mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal ; harus dijauhkan dari mata, mulut, dan uretra.
  5. Permetrin dengan kadar 5% dalam krim, kurang toksik jika dibandingkan gameksan, efektifitasnya sama, aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi selama seminggu. Tidak dianjurkan pada bayi dibawah umur 2 bulan.

Bila disertai infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika. Untuk rasa gatal dapat diberikan antihistamin per oral. Perlu diperhatikan jika diantara anggota keluarga ada yang menderita skabies juga harus diobati.¹

Karena sifatnya yang sangat mudah menular, maka apabila ada salah satu anggota keluarga terkena scabies, sebaiknya seluruh anggota keluarga tersebut juga harus menerima pengobatan. Pakaian, alat-alat tidur, dan lain-lain hendaknya dicuci dengan air panas.³

Cara pemberantasannya adalah :

  1. Penyuluhan tenang penyakit scabies.
  2. Pendidikan kesehatan pada masyarakat.
  3. Peningkatan kebersihan
  4. Pengobatan masal untuk penduduk.

Bisakah disembuhkan?

Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakaian obat, serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisi (antara lain hygiene yang buruk), maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi prognosis yang baik.¹

DAFTAR PUSTAKA

  1. Djuanda Adhi . Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed. 3. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta : 2002.
  2. Bag./SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin. FK. Unair/RSU Dr. Soetomo. Surabaya : 2007.
  3. Lab/SMF. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Pedoman Diagnosis dan Terapi Penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah. Denpasar : 2000.
  4. 4. Sularsito Sri Adi , Soebaryo Retno Widowati, Kuswadji . Dermatologi Praktis . Ed. 1. PERDOSKI. 1989.
  5. Wiederkehr, M., Schwart, R. A. 2006. Scabies. Available at: http://www.emedicine.com/DERM/topic471.htm. Accessed: June 28, 2007.
, , , , , , ,

This post was written by:

haryoga - who has written 62 posts on imadeharyoga.com.

Saya I Made Haryoga. Selamat datang di rumah saya. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Terima kasih atas kunjungannya.

Contact the author

13 Comments For This Post

  1. risma Says:

    Salam kenal Mas Haryoga. Info yg menarik. Sekalian mo nanya, kalo di apotek merk obatnya apa ya?? Soale putri saya (2 tahun) di telapak kakinya sering minta digaruk apa mungkin kena skabies? Tengkiyu. :)

  2. haryoga Says:

    @risma: mohon di periksakan dahulu ke dokter agar dipastikan dulu apa benar itu karena skabies..karena skabies jarang mengenai 1 orang dalam 1 keluarga.agar tidak salah memberikan obat.terima kasih
    salam kenal :lol:

  3. frengky Says:

    salam kenal mas haroga.nama saya frengky. saya sekarang mengalami penyakit seperti yang di deskripsikan diatas..saya saat sudah menjelang senja badan saya akan terasa gatal.gatal menyerang di bagiaan punggung ,selangkang daerah kelamin paha dan tangan

    yang saya percaya itu adalah tanda-tanda penyakit skabies. saya mengalami penyakit ini baru 15 hari dari hari ini.dan saya tertular dari teman saya sewaktu saya liburan dirumahnnya .,

    saya telah tau kalau dirinnya terkena penyakit kulit.dan saya kira itu penyakit kulit alergi biasa dan tanpa khawatir saya tidur satu ranjang dengannya

    dan teryata setelah 2 hari saya langsung terkenal gejalahnnya mulai dari gatal” pada malam hari. yang membuat saya terbangun terus pada pukul 03.00 dan ini sangat mengganggu.

    dan saya mengharapkan saran mas Haryoga tentang keluhan saya ini

    sekin terimah kasih

  4. haryoga Says:

    @mas frengky: bisa jadi itu skabies yg memang biasanya muncul pada malam hari. namun kita tidak bisa memastikannya hanya dengan gejalanya saja. untuk memastikan apakah itu skabies atau bukan sebaiknya mas frengky memeriksakan diri ke dokter.
    terima kasih
    salam kenal :mrgreen:

  5. frengky Says:

    ok lah mas haryoga, jikalau memang ini penyakit skabies apa yg harus saya lakukan dan obat apa yg harus saya gunakan

  6. Kim Says:

    Mas Haryo, suami saya gatal-gatal dan sudah lama.3 bulan terakhir saya juga kena gatal dengan gejala sama. Biasanya tiba-tiba muncul seperti gigitan nyamuk tapi ada satu titik lubang di bagian atas dan tebal serta gatal. Jika sudah lama akan mengempis dan meninggalkan bekas.
    Seperti ada binatang kecil yang berjalan-jalan didalam kulit. Kalau sudah agak mengering akan terasa gatal lagi dan kalau digaruk mengeluarkan darah. Apakah ini scabies?

  7. Surya Says:

    dimana saya bisa memperoleh Gama Benzena Heksa Klorida..?

  8. bella Says:

    dok,mau tanya dong,kalau telapak tangan saya udah sekitar 1 tahun ini sering gatal2,biasanya jd gatal banget kalau pas bangun tidur/pagi. ga ada ruam2 tp kalau di garuk terus menerus bisa jd kembung kecil2 yg isi air,atau malah jd kering n mengelupas. saya pikir awalnya skabies,tp keluarga saya ga ada yg ketularan tuh,pacar saya pun ngga ketularan,dan yg gatal cm daerah telapak tangan n sela2 jari. mohon info nya dok :)

  9. rinto Says:

    ass…!!!sya rinto,saya mengalami gatal2 pada sela jari tangan n bagian yang lainx terutama pada kelamin yg lmyn gatal pada saat menjelang tidur. penyakit gatal ini saya alami sudah lebih sebulan, pada awalx sih,penyakit ini diderita pada teman sekamar saya,tpi sekitar sebulan penyakitx sudah sembuh dan pada saat itu pula saya terkena gatal itu. apakah penyakit ini tergolong skabies n apa obat yang bagus untuk menyembuhkan penyakit ini.

  10. margie Says:

    Saya sdh lama terkena penyakit gatal2 ini, setelah obat habis, penyakit gatal2nya kambuh lg, sdh setiap dokter kulit di kota sy, sy datangin, sampe kmrn sy ketemu dokter umum teman sy, kt nya ini penyakit scabies itu, dan dia kasih salebScabicid Cream, tp sampe skrg blm ampuh jg, krn salepnya hanya bisa dikasi 3 hr sekali atau 1 minggu sekali, salep nya hrs sy teruskan apa gimana nih Dok? penyakit gatal2 ini dah hampir 1 th sy alami, tolong dokter kasi solusinya donk. Thx

  11. arinda Says:

    saya sering mengalami gatal-gatal di sela-sela jari tangan, pergelangan tangan dan kaki saat malam hari. apakah ini termasuk skabies?? ;-) ;-) :?: :?:
    atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.. :idea: :idea:

  12. indra Says:

    mas haryoga.bagaiman cara menyembuhkan penyakit skabies,,,,agar penyakit ini sembuhnya cepat…tolong kasih tau obatnya?

  13. yulva Says:

    mas haryo, saya mengalami gatal2 dengan gejala yang sama dengan yang ditulis bu Kim diatas, awalnya anak saya yg berusia 3.5 thn, setiap menjelang tidur dia pasti menderita gatal2 dan minta digaruk…. sekarang saya merasakan hal yang sama, apakah ini skabies?

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • Partner links