Kita ketahui manusia adalah mahkluk yang paling mulia dimuka bumi ini. Memiliki pikiran dan perasaan. Memiliki otak dan rasa untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh mahkluk lain. Manusia, hewan, tumbuhan, dan benda yang tidak bernyawa dimuka bumi ini adalah bagian dari alam. Manusia memiliki kasih sayang begitu juga hewan dan tumbuhan. Manusia hewan dan tumbuh tumbuhan saling mencintai dan saling menghormati begitulah awal mulanya, begitulah perjanjiannya. Namun seiring dengan waktu, manusia mulai mengkhianati alam. Manusia semakin memperbanyak dirinya dan dengan pikiran dan ciptaannya manusia menginvasi alam ini. Manusia kini mengklaim bumi sebagai planetnya…. Miliknya. Kini saudara-saudaranya, hewan dan tumbuhan, disingkirkan. Mereka sedikit demi sedikit punah karena tak bisa bertahan hidup. Manusia telah membunuh mereka demi membuat rumah manusia. Hewan dan tumbuhan dibantai seakan-akan mereka tidak pernah bersaudara. Manusia telah menganggap dirinya bukan sebagai bagian dari alam, melainkan yang memiliki alam ini. Manusia telah berubah.
Setiap hari manusia memperbanyak dirinya, mencari jalan untuk bertahan hidup lebih lama. Membunuh hewan untuk dimakan. Membunuh hewan untuk dikuliti hidup-hidup, membunuh hewan untuk diambil gadingnya, kulitnya, taringnya, jantungnya, darahnya, bahkan telor dan cangkangnya pun diambil hanya untuk kesenangan manusia atau hanya untuk apa yang mereka sebut uang. Tak berbeda nasibnya dengan hewan, tumbuh-tumbuhan pun dibantai, kecil besar semuanya dibantai hanya untuk kesenangan manusia membuat gedung-gedung, pabrik demi kelangsungan hidup manusia. Manusia telah mengkhianati saudara-saudaranya. Manusia tak lagi melihat hewan dan tumbuhan sebagai bagian dari hidupnya. Manusia tidak mengakui hewan dan tumbuhan sebagai saudara-saudaranya, bagian dari alam ini.
Timbul pertanyaan apakah manusia itu musuh alam ataukah bagian dari alam?
Bila diibaratkan bumi adalah tubuh manusia maka manusia adalah sama dengan virus mematikan yang belum ada obatnya dan terus berkembang membentuk koloni-koloni di dalam tubuh bumi. Manusia terus memperbanyak diri memperbanyak rumah-rumah dan keperluannya dengan merusak alam, hewan dan tumbuhan, layaknya gerombolan virus mematikan.bahkan tidak tanggung-tanggung saling membunuh diantara mereka sendiri demi kepentingan kelompoknya. Virus ini tidak bisa dimusnahkan sampai akhirnya seluruh tubuh bumi diambil alih dan tiba saatnya virus ini mencari tubuh yang lain meninggalkan bumi yang telah mereka rusak. Kini bumi tidak lagi bisa mempertahankan suhu tubuhnya. Kini bumi kehilangan sebagian besar kulit-kulit tubuhnya yang subur. Semua dilahap habis oleh virus keji yaitu manusia. Kotoran-kotoran dari virus ini pun merusak bumi. Udara, air , tanah semuanya rusak karena kotoran-kotoran dari virus ini. Ada yang berupa sampah plastic, karbon dioksida, limbah pabrik, asap hitam kendaraannya, dan semua kotoran ini semakin mempercepat kematian sang bumi.
Akankah manusia kembali sadar akan dirinya, mencintai bumi seperti dulu lagi? Datang kembali memeluk saudara-
saudaranya, hewan dan tumbuhan, dengan penuh cinta kasih? Memberikan tempat untuk saudara-saudaranya yang kurang beruntung? Akan kah manusia benar-benar menjadi mahkluk yang mulia seperti yang digembor-gemborkan itu. Atau hanyalah segerombolan virus yang akan terus mengoyak-ngoyak tubuh bumi dan akhirnya meninggalkan bumi untuk mencari tubuh yang lain.
Oh manusia… dengarkanlah setiap malam saat engkau tertidur pulas… Ibu Bumi menangis…..










September 1st, 2009 at 10:43 am
Beneh banget tu Har…Serangan virus semakin menggila dan mengganas dalam tubuh bumi ini, khususnya Gumi Bali. Agar tubuh Gumi Bali kita aman dari ancaman virus yang paling mematikan itu, Dokter tolong buat penelitian secara medis untuk menemukan Anti Virus dengan kemampuan “Advanced Firewall” untuk memblokir sebaran virus dalam tubuh Gumi Bali tercinta ini. Tolong dokter… bantulah Gumi Bali yang sebentar lagi Danau nya kering dan pantainya hilang, karena telah ditumbuhi Vila mewah… Semoga
September 1st, 2009 at 4:57 pm
Tidak semua manusia itu virus lho. Masih ada juga manusia yang peduli ama alam sekitar mereka, walau pun jumlahnya kupikir tidaklah banyak. Sebaiknya memang harus diawali dari diri sendiri ya.
September 2nd, 2009 at 8:10 pm
@pak Terah: yup, kita semua harus berusaha untuk itu pak mari kita mulai dari diri sendiri membangun antivirus sekalas bitdefender , kaspersky , norton,atau antivir dalam diri kita sendiri karena virus itu da dalam diri kita sendiri juga hehehe
@dr. petruk: setujuuu!, mari mulai dari dalam diri sendiri
September 3rd, 2009 at 5:49 am
~Kita ketahui manusia adalah mahkluk yang paling mulia dimuka bumi ini~
hmm, pasti salah besar kalau menurut monyet. manusia itu makhluk yg paling sok mulia. itu lebih tepat.
September 8th, 2009 at 3:07 pm
manusia baru sadar kl alam udah marah…….
hancur deh semuanya
September 8th, 2009 at 6:40 pm
“Akankah manusia kembali sadar akan dirinya, mencintai bumi seperti dulu lagi? Datang kembali memeluk saudara-saudaranya, hewan dan tumbuhan, dengan penuh cinta kasih?”
*salah satu tanda tanya yang ada di hati saya… salam kenal…maaf baru bisa blog walking…
September 8th, 2009 at 7:41 pm
ngeri juga kalau sampai seperti itu
salam kenal bli made
September 9th, 2009 at 8:50 pm
Wahh blog nya tampilan baru… oke deh!
Aku manusia yang seperti apa ya? Terkadang aku juga membuat ibu bumi menangis…