Pernahkah anda melihat berak anda tiba-tiba bercampur dengan darah segar? atau pernahkah saat ingin BAB feses/kotoran terasa amat keras dan saat feses keluar disertai rasa sakit teriris atau nyeri terasa dalam saraf dan disertai benjolan keluar dari anus? bila pernah.. nah anda mungkin salah satu orang yang menderita ambeien atau wasir atau dalam kedokteran di sebut sebagai haemoroid.
Hemoroid atau wasir atau embeien adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemorroidalis, merupakan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar.2,4
Hemoroid dibagi dua yaitu: Hemoroid Interna dimana pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar. Masalahnya jadi tidak sederhana lagi, bila Hemoroid internal ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Hemoroid Eksternal: merupakan pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid (anyaman pembuluh darah) di dalam jaringan di bawah epitel anus, menyerang anus sehingga menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal.
Hemoroid interna dikelompokkan menjadi empat derajat. Derajat I menyebabkan perdarahan merah segar tanpa rasa nyeri pada waktu defekasi/berak, tidak terdapat prolaps, hanya terlihat hemoroid yang membesar menonjol ke dalam lumen dengan pemeriksaan anoskopi. Derajat II menonjol melalui lubang anus pada saat mengedan ringan tapi dapat masuk kembali secara spontan. Pada derajat III hemoroid menonjol saat mengedan dan harus didorong kembali setelah berak. Sedangkan derajat IV merupakan hemoroid yang menonjol keluar dan tidak dapat didorong masuk.
terjadinya wasir/ hemoroid dipengaruhi oleh hal2 berikut:
- Faktor keturunan
- penyakit Ulcerative colitis and Crohn disease
- Kehamilan karena perubahan hormonal
- Obstipasi (konstipasi/sembelit) yang menahun.
- Penyakit yang membuat penderita sering mengejan, misalnya: pembesaran prostat jinak ataupun kenker prostat, penyempitan saluran kemih, dan sering melahirkan anak.
- Penekanan kembali aliran darah vena, seperti pada kanker dubur, radang dubur, penyempitan dubur, kenaikan tekanan pembuluh darah porta (di dalam rongga perut), sakit lever jenis sirosis (mengkerut), lemah jantung, dan limpa bengkak.
- Banyak duduk.
- Diare menahun.
- Peregangan. Ini misalnya terjadi pada seseorang yang suka melakukan hubungan seksual yang tidak lazim yaitu anogenital.
Bagaimana haemoroid itu bisa terjadi?
Secara anatomi hemoroid bukanlah penyakit, melainkan perubahan fisiologis yang terjadi pada bantalan pembuluh darah di dubur, berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. Fungsi bantalan ini sebagai klep/katup yang membantu otot-otot dubur menahan feses. Bila terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah akan melebar dan membengkak. Berkuranganya aliran pembuluh darah balik diangaap sebagai mekanisme terjadinya gejala Hemorrhiod.
Kehamilan sudah jelas menjadi predisposisi terjadinya hemoroid, meskipun penyebabnya belum diketahui. Ibu hamil sangat rentan menderita Hemoroid karena meningkatnya kadar hormon kehamilan yang melemahkan dinding vena di bagian anus. Komplikasi setelah melahirkan juga memicu Hemoroid. Sebagai contoh, lembutnya daerah vagina dan bagian anus acap menyebabkan ibu menunda buang air besar, sehingga memicu terjadinya sembelit dan Hemoroid.
Duduk dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan masalah aliran darah balik di daerah sekitar anusl. Proses penuaan menyebabkan melemahnya struktur didaerah tersebut yang memfasilitasi terjadinya prolaps. Kelemahan struktur ini bisa juga terjadi pada usia yang lebih dini misalnya pada umur tigapuluh tahun.
Bagaimana Pengobatan dan penanganan bagi penderita ambeien atau hemorid?
Ada dua macam pengobatan yaitu tanpa operasi dan dengan cara operasi. Kedua macam cara ada keuntungan dan kerugiannya. Pada cara pertama dapat dilakukan dalam rangka rawat jalan sedang pada cara kedua pasien harus dirawat karena dilakukan dalam pembiusan.4
Terapi Konservatif : untuk menghilangkan keluhan, terapi konservatif mencakup meningkatkan asupan serat, banyak minum, dan latihan kebiasaan buang air besar yaitu untuk mengedan telalu kuat dan tidak berlama-lama di toilet.
Metode Non Operatif meliputi: ligasi dengan ikatan Barron, injeksi skleroterapi, photocoagulation inframerah, laser ablation, carbon dioxide freezing/Bedah Beku/Krio, Lord dilatation, stapled hemoroidectomy, and reseksi dengan pembedahan.
Terapi Pembedahan :Tindakan pembedahan diperuntukkan bagi pasien dengan derajat III atau IV, pasien yang gagal dengan metode non Operatif, dan bagi pasien dengan Hemoroid eksternal dengan gejala yang signifikan.2
Untuk info yang lebih lengkap dapat di lihat dalam haryoga.wordpress











July 13th, 2009 at 3:58 pm
Kalau belum parah benar sih biasanya dikasih anti hemorhoid atau Anusol suppositoria juga sembuh kok.
Andri Journal’s last blog post..Deposito
July 14th, 2009 at 1:55 pm
Isenk Blog-walking siang ni….Bosz!
Har, usul perbaikan kata Embeien masih salah.
Yb benar Ambeien, menurut kamus besar Indonesia.
Sip, keep posting, gile banyak comment di about me.
Ente memang cocok menjadi selebritis double helix.
pramesemara’s last blog post..INFEKSI MENULAR SEKSUAL
July 14th, 2009 at 10:19 pm
@dr.andri: yup yang gak parah bisa konservatif dengan pengobatan seperti anti hemoroid supp dimasukkan lewat pantat
@dr.pram: yoi brotha, thanks untuk koreksinya, akan saya koreksi lagi
September 11th, 2009 at 11:32 am
mau nanya dong : jika operasi, tonjolan yang keluar itu yah yg “dipotong”?

trus, apakah dengan operasi akan ada efek samping di sepanjang hidup?
Makasi yah..
September 19th, 2009 at 7:53 pm
@rina: yup yang di potong ya yang menonjol itu. efek samping?maksudnya risiko operasi?jika sfingter terpotong maka tidak bisa lagi menahan berak, itu kalo sfingter kena tapi operator pasti uda tahu dimana letak sfingter dan akan menghindarinya terjadi. kalo efek samping obat bius tergantung individu masing2 (jika alergi dengan obat harus diberitahukan ke dokternya). begitu kira2 mudah2an jawabannya mengenai maksud pertanyaannya. kalo belum mohon di tanya lagi ya
thanks uda berkunjung.
salam kenal
October 9th, 2009 at 9:03 am
mo nanya nich, klo hemoroidnya seing keluar dan sering bercampur darah,kadang-kadang nyeri sering timbul, tapi jika keluar masih bisa dimasukkan kembali, terapi yang seharusnya/ yang terbaik harus diapakan??? operatif atau non operatif ya?
October 11th, 2009 at 11:55 am
kalau bisa masuk sendiri tanpa perlu didorong berarti derajat 2 secara teoti masih bisa pengobatan non operatif, sedangkan kalo harus didorong untuk masuk kembali berarti derajat 3, untuk derajat 3 dan 4 terapi terbaik menurut teori adalah operatif.
demikian kira2 mudahan bisa menjawab pertanyaan yang dimaksud
terimakasih
October 17th, 2009 at 9:54 pm
ada tuh pak yoga, dokter ambien top cer di Klungkung! bapak saya dulu berobat disana… terkenal to
October 19th, 2009 at 10:40 pm
oiya dok,,, kenapa ya kl ambien itu ga bole makan makanan yg spicy???? padahal kan sebelum masuk ke “situ” udah dicerna dulu ma lambung..
November 23rd, 2009 at 11:35 am
Dear all
Pengalaman saya tentang wasir ini mudah2an berguna untuk semua rekan2 penderita. Saya menderita wasir ini sudah lama, tahun 1990 an, awalnya saat dan sehhabis BAB pasti merasakan perih dan sakit, lama-lama keluar darahnya, dan semakin parah, darah memancar seperti mata air, sampai2 kloset merah semua, saya takut kalau sampai kehabisan darah. Konsultasi sama dokter2 yang kebetulan teman2 saya, mereka banyak tidak menyarankan untuk operasi, cari alternatif lain.
Akhirnya tahun 2004 secara tidak sengaja saya menjadi kelinci percobaan obat yang namanya virgin coconut oil, puji Tuhan hanya semalam saja besok paginya siksaan wasir ini berkurang sangat banyak, dan dalam 1 minggu saya sembuh total. Tanpa operasi, tanpa efek samping, tanpa biaya yang sangat mahal, cukup Rp 5.000 saja (waktu itu).
Luar biasa, hanya barang sepele yang sering difitnah minyak jahat, minyak kolesterol ternyata sangat sangat manjur. Bahkan kolesterol total saya yang lebih dari 300 mg/dl darah yang selalu minum lipitor 10 mg sehari satu kali – ikut sembuh, dan tidak berhenti disitu saja, pigmentasi saya seperti jerawat hitam2 di leher dan wajah ikut raib, bahkan kutil di jari manis tangan kanan sejak tahun 70-an nongkrong disitu pun ikut ngacir. Sungguh luar biasa.
Salam
November 25th, 2009 at 9:06 pm
wah info yang menarik dari mas joko.
semua demi kesehatan pasien adalah yang terbaik
salam
December 1st, 2009 at 4:18 pm
buat joko,minyak vco ny digimanain?di oles ap d minum??
January 19th, 2010 at 1:31 pm
Terima kasih banyak atas infonya. Boleh tanya? Apakah Haryoga tahu di hospital mana di Indonesia yang ada pengobatan untuk ambeien tahap II, terutama di Jakarta? Terima kasih.