Panu disebut juga Pitiriasis versikolor merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Malasezia furfur,yaitu jamur yang merupakan flora normal pada kulit manusia, ditandadi dengan bercak lesi yang bervariasi mulai dari hipopigmentasi (putih), kemerahan sampai kecoklatan atau hiperpigmentasi. Penyakit jamur kulit ini adalah penyakit yang kronik (menahun) dan asimtomatik (tidak bergejala/tidak ada keluhan) ditandai oleh bercak putih sampai coklat yang berskuama halus. Kelainan ini umumnya menyerang badan dan kadang- kadang terlihat di ketiak, lipat paha, tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala.
nama lainnya: Tinea versikolor, kromofitosis, dermatomikosis, purpura, liver spots, tinea flava, pitiriasis versikolor flava dan panu.
Penyakit ini ditemukan diseluruh dunia (kosmopolit) terutama di daerah tropis yang beriklim panas dan lembab.
Penyakit ini terjadi akibat aktivasi dari Malassezia furfur akibat adanya perubahan keseimbangan flora normal kulit. Faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan tersebut antara lain adalah faktor lingkungan, faktor suseptibilitas individual (misalnya penyakit yang mempengaruhi imunitas, malnutrisi, penggunaan obat-obatan yang menurunkan imunitas dan adanya kecenderungan genetik), hormonal, ras, matahari, peradangan kulit dan efek primer pytorosporum terhadap melanosit. Akibat kondisi tersebut, malassezia furfur akan berkembang menjadi bentuk miselial yang bersifat patogenik
Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang menghasilkan banyak keringat, karena jamur ini hidup dan berkembang biak dari hasil metabolisme sebum. Bisa pula tanpa keluhan gatal sama sekali, tetapi penderita mengeluh karena malu oleh adanya bercak tersebut (berhubungan dengan kosmetik). Gambaran klinis Pitiriasis versikolor sangat khas sehingga mudah didiagnosis. Lesi berupa bercak yang berbatas tegas disertai dengan skuama halus, lesi tersebut mempunyai ukuran, bentuk dan warna yang bermacam-macam. Hal ini sesuai dengan namanya yaitu ”pitiriasis” yang berarti penyakit dengan skuama halus seperti tepung dan ”versikolor” yang berarti berbagai macam warna.
Tempat munculnya terutama daerah yang ditutupi pakaian sperti dada, punggung, perut, lengan atas, paha, leher.Pada kasus yang lama tanpa pengobatan, dapat bergabung membentuk gambaran seperti pulau yang luas berbentuk polisiklik. Beberapa kasus didaerah berhawa dingin dapat sembuh spontan.
Gambar 2.1. Bercak hipopigmentasi pada orang kulit berwarna
Namun tidak semua bentuk gejala seperti diatas adalah panu / pitiriasis versikolor, ada juga yang mirip panu tapi bukan panu yaitu :
- Pitiriasis alba : Lebih sering ditemukan pada anak-anak dengan lokasi lesi 50-60% pada muka, terutama di sekitar mulut, dagu, pipi serta dahi. Lesi umumnya menetap dan tidak melebar, batas tidak tegas dan tidak gatal.
- Morbus hansen tipe T : permukaan kering bersisik, batas tegas dan terdapat rasa raba menurun. Yang penting ditanyakan adalah adanya riwayat kontak erat dengan penderita kusta sebelumnya.
lalu bagaimana mengobati Panu?
Pakaian, kain sprei, handuk harus dicuci dengan air panas. Kebanyakan pengobatan akan menghilangkan bukti infeksi aktif (skuama) dalam waktu beberapa hari, tetapi untuk menjamin pengobatan yang tuntas pengobatan ketat ini harus dilanjutkan beberapa minggu.
Pengobatan dapat dilakukan secara topikal (dengan diolesi cream) dan sistemik (obat yang diminum).
Topikal : terutama ditujukan untuk lesi yang minimal misalnya dengan: Obat golongan azol : klotrimazol 1%, mikonazol nitrat 2%, sulkonazol 1%, ketokonazol 2%, ekonazol nitrat 1%, bifonazol 2,5% krim, tiokonazol 1%, oksikonazol 1% dan sertakonazol. Dioleskan 1-2 kali seahri selama 2-3 minggu.
Sistemik : digunakan pada kondisi tertentu yaitu adanya resitensi terhadap obat topikal, lesi yang luas dan sering kambuh. misalnya dengan: Ketokonazol dengan dosis 200 mg sehari selama 7-10 hari atau 400 mg dosis tunggal.
Untuk pencegahan, dapat dilakukan dengan selalu menjaga higienitas perseorangan, hindari kelembaban kulit dan menghindari kontak langsung dengan penderita.
tenang saja panu dapat disembuhkan.









August 2nd, 2009 at 8:42 am
August 2nd, 2009 at 3:51 pm
Panu emang bener2 mengganggu, apalagi kalo mengenai daerah2 vital. :p Aku pernah dibilangin ama temenku, katanya panu lebih sering mengenai orang yang punya riwayat atopi. Bagaimana menurut dokter?
August 3rd, 2009 at 12:30 am
ah cuma panu kok..gampaaaaaaang
kalo buat mencegah furniture jamuran, tau gak ? perabotan juga bisa panuan lho kalo lembab
August 3rd, 2009 at 9:56 pm
@dr.andri: waah kalo info yang satu ini saya belum tahu pasti, tapi yang jelas panu n riwayat athopy adalah hal yang berlainan. kalo athopynya bikin sering berkeringat n lembab mungkin cepat ditumbuhi panu. untuk kepastiannya akan saya cari lagi. thanks atas kunjungannya ya
salam kenal
August 4th, 2009 at 9:08 pm
@mbak lenny:thanks uda berkunjung, hehe untung panu cukup mudah diobati coba kalo gak kan banyak artis panuan ya hehhe
@mbak dian: hehe kalo furiture jamuran pake carbol kali plus sikat super hehehehe
August 30th, 2009 at 7:42 pm
DOK.. saya risyad umur 17thn, saya mempunyai pengakit panu pada bagian leher saya trus saya obati beberapa tahun tetapi penyakit tersebut tidak hilang”sampe skarang..
mohon petunjuk dan cara pengobatannya..
terima kasih..