Jeritan anak panti…ohh Putra Bali

Sun, May 24, 2009

Heart Sound

outreach KYC (Kisara Youth Clinic) bulan ini dilakukan di sebuah panti asuhan di klungkung yaitu PA Dharmajati 1. Wah peserta ceramahnya lumayan banyak nich! seperti bulan-bulan yang lalu kami memberikan sedikit penyuluhan tentang kesehatan Reproduksi (kespro) kepada remaja-remaja bali terutama remaja yang dikategorikan kurang beruntung seperti anak-anak panti asuhan, anak-anak cacat, dan anak-anak kurang mampu. Yup.. seperti biasa audience kita ya remaja-remaja yang polos dan terlihat belum terjamah dengan pergaulan remaja kota yang dimanjadengan dengan tempat-tempat hiburan dan cerita-cerita kehidupan seksnya. namun disini lain….melihat mata remaja panti asuhan yang rata-rata berumur 10-14tahun yang kami beri ceramah, terlihat keluguan dan kepolosan yang murni…. (apa ada kepolosan yang gak murni ya?). Sepertinya mereka benar-benar belum tersentuh dengan kehidupan seksual ala remaja denpasar. yah syukurlah……

lalu siapa yang mengurus mereka dan apa sebenarnya ajaran yang dididik oleh pengasuh mereka disana? sebuah ajaran yang membuat mereka bangkit dan berdiri sendiri tanpa melihat kebelakang lagi… tentang siapa mereka dan apa yang terjadi pada mereka dulu, sebuah ketulusan untuk hidup sebagai manusia yang mandiri.

begitu juga dengan kehidupan panti asuhan ini dan pengasuhnya. bu moni yang menjadi ibu sekaligus guru mereka disini mengasuh mereka dengan sebatas kemampuannya. Ternyata selama lebih dari 25 tahun panti asuhan Hindu ini bergerak tanpa pendana tetap dari pemerintah maupun dari kelompok tertentu, jika hanya menghandalkan uluran tangan dermawan yang datang tidak menentu tentunya darmajati 1 ini sudah bangkrut sejak dahulu, namun mereka berlari tanpa lelah, berusaha sendiri, dengan memelihara babi, menanam tanaman pangan untuk mereka makan sendiri.

untuk mengasuh 67 orang anak ini tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit untuk bertahan hidup dan tetap sekolah. menurut bu Moni bila diuangkan kemungkinan mencapai 8 juta perbulan dana yang diperlukan untuk menghidupi mereka tapi untunglah kebutuhan sandang itu mereka dapat dengan usaha sendiri. meski begitu mereka dididik untuk pantang menjadi peminta-minta, pantang untuk mengeluh, tapi tetap bangkit berdiri diatas kaki sendiri.

yang menggelikan lagi, ternyata para donatur-donatur yang menyumbangkan dana dan bantuan kepada mereka sebagian berasal dari luar negeri, baik bantuan kesehatan maupun pembangunan gedung, pengetahuan dan pakaian. Lalu kemana para darmawan Hindu Bali yang katanya peduli dengan rakyat miskin, yang peduli dengan orang yang kurang mampu. Disaat mereka kekurangan makanan para politikus bali sedang berebut kedudukan, para penjudi bali sedang menghamburkan uangnya, para pejabat bali sedang merapatkan tentang bagaimana mendapatkan investor, para dermawan malah menyumbangkan sebagian hartanya untuk korban perang di belahan dunia sana, sedang mereka disini di tanah bali tercinta ini tetap menderita kelelahan kehabisan keringat….

masyarakat bali memang religius dan peduli dengan agamanya… bila ada karya besar disebuah pura besar dibali kucuran dana akan berlimpah tanpa batas, namun kenapa saat panti asuhan menjerit kelaparan para dermawan bali begitu jarang mengulurkan dana punianya kesini? apakah karena ragu akan kemana perginya uang yang mereka sumbangkan? atau hanya karena bila menyumbang ke panti asuhan ini ke dermawanan mereka tidak pernah di expose oleh media masa? atau malah memang mereka mengkedokkan kedermawanan hanya untuk mendompleng kedudukan mereka di mata masyarakat. Sungguh kedermawanan yang palsu……

disini ada pura-pura tahta Dewa Siwa yang kita biarkan lapuk tak terurus…. kita biarkan tersengat panasnya kehidupan……… yang kita biarkan tergerus oleh hujan…. yang kita biarkan terselubung sarang laba -laba yang berdebu… disini…. di hati anak-anak panti ini……..

, , , , , , , , , , , , , ,

This post was written by:

admin - who has written 1 posts on imadeharyoga.com.


Contact the author

1 Comments For This Post

  1. Terah Says:

    Hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati, marilah berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan sesama….

    Terah’s last blog post..”Entrepreneurial Intelligence (Entre Q)”

Leave a Reply