Seorang anak yang baru mendapat pekerjaan pertama mengatakan kepada ayahnya dengan gagahnya “ayah kelak kalo aku sudah punya banyak uang dan sukses aku akan menolong banyak orang dengan uang dan kesuksesanku, ayah! aku akan menolong orang-orang kelaparan, setiap orang yang butuh pekerjaan akan aku bantu…. Hebatkan ayah!” dengan senyum ayahnya menjawab dengan tenang “ nak, sebagai ayah yang hanya seorang petani, ayah bangga mempunyai anak yang memiliki cita-cita luhur seperti itu… engkau kini sudah mendapatkan pekerjaan yang sudah engkau idam-idamkan sejak masa kecilmu…ayah sangat senang…..” ayahnya tersenyum lalu diam dan melanjutkan pekerjaannya.
Si anak merasa belum puas dengan jawaban ayah lalu bertanya lagi “ayah, apakah impianku salah?” ayahnya tersenyum lagi lalu menjawab “nak lihatlah induk burung itu yang mencarikan makan untuk anaknya, lihatlah padi itu memberikan buahnya untuk makan si burung, liatlah air yang mengalir itu dia memberi kesuburan kepada padi itu, lihatlah tanah ini, ibu pertiwi ini memberikan tempat untuk semuanya…. Air, padi, burung, dan engkau sendiri hidup di atas tanah ini… ibu pertiwi tidak pernah membeda-bedakan kita.. dan ibu pertiwi juga tidak menunggu dulu untuk memberikan sesuatu untuk kita… kenapa kita harus menunggu untuk bisa memberikan sesuatu untuk orang yang membutuhkan?”
Anak: “maksud ayah?”
Ayah: “nak, ayah hanya kawatir kelak engkau tidak pernah akan bisa membantu orang lain bila terus menunggu dan menunggu..”
Anak: “kenapa ayah bilang begitu? Bagaimana aku bisa menolong orang kalo aku tidak sukses dulu ayah?”
Ayah: “bersyukurlah… maka engkau akan melihat apa yang engkau miliki dan bisa engkau sumbangkan kepada orang lain… “
Anak: “??”
Ayah: “itulah bedanya orang yang bisa membantu orang lain dgn orang yang tidak akan pernah bisa membantu orang lain, anakku….! Bukan kekayaan atau ukuran uang yang dia punya…. Tapi seberapa besar kemampuannya bersyukur dengan apa yang telah ia miliki….karena itu ada orang miskin yang bisa berbuat banyak untuk orang lain… namun ada banyak orang kaya tidak bisa berbuat apa- apa untuk orang lain… semua itu karena sang kaya tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dia miliki lalu dia akan menunggu dan menunggu… akhirnya dia tidak pernah membantu orang lain karena tidak pernah merasa cukup untuk membantu orang lain…dia tidak pernah puas dengan yang dia miliki….”
Anak: “jadi begitu ayah… “
Ayah: “nak, saat engkau bersyukur dengan yang engkau punya, pasrahlah dan tuluslah engkau membantu orang dengan sedikit kelebihan pun yang engkau punya…. Saat engkau bersyukur engkau akan melihat kelebihanmu yang bisa engkau sumbangkan keorang lain…. Saat engkau bersyukur… nasi dengan ikan teri dan garam sudah cukup membuatmu kenyang…. Air selokan sudah cukup untukmu membersihkan tubuh…. Gubuk dari bambu sudah cukup untukmu melewati malam… sebuah sepeda gayung tua yang usang sudah cukup mengantarmu ke sekolah…. sebuah pisang .. sebuah bunga sudah cukup untukmu membuat persembahan kepada Tuhanmu…. tapi bila engkau tidak bersyukur sebuah istanapun tidak bisa membuatmu tidur nyenyak…. Makanan restauran nomor satu dan termahalpun tidak pernah membuatmu kenyang…. Mobil termewahpun tidak akan membuatmu tersenyum riang di jalan…. Itulah bedanya bila engkau bersyukur dengan semua ini… saat inipun engkau bisa membantu orang… bersyukurlah dan bantulah orang-orang dengan senyum syukur mu….!!! Maka engkau akan melihat Tuhan pada mata setiap orang yang engkau layani”
Sebuah cerita dari kuil suci.









March 28th, 2009 at 4:47 pm
Setuju banget dengan cerita ini…
Tanpa bersyukur, kita takkan bahagia…
April 7th, 2009 at 6:46 pm
setuju dok…….
January 11th, 2011 at 3:14 pm
Why buy high domain name, check my site to find the coupon.
March 1st, 2011 at 8:20 pm
Awesome web site you have btw
July 8th, 2011 at 12:32 pm
bila hidup di syukuri niscaya akan selalu ada nikmaatnya