Sudah lebih dari 2 bulan menjadi pelayan masyarakat melalui program Gubernur Bali yang baru Mangku Pastika menjadi seorang dokter Pelayanan Kesehatan Gratis di seluruh pelosok Bali, menambah pengalaman hidup bagi saya. Sebagai dokter PTT yang ditugaskan berkeliling bali tentu saja sangat berbeda dengan dokter-
dokter PTT yang lain. yah…. ada baik dan buruknya jadi seorang dokter PTT seperti ini… tapi kalo ditimbang-timbang hidup didunia ini jadi apapun pasti ada baik dan buruknya.. untung dan ruginya.. suka dukanya… sekarang tergantung dari orangnya melihat kehidupan itu dari mana… ada yang melihat dari uangnya, pengabdiannya, lelahnya, makan-makannya, waktunya, kepuasannya, dan lain-lain.
Ada pun suka duka menjadi dokter PTT Yantis Dinkes Provinsi Bali…
Kalo dukanya:
- Tiap hari naik mobil terus.. capek di jalan… bagi yang punya riwayat hemoroid ato embeien tentunya sangat menyiksa duduk di kursi panas terus hee..he…..
- Risiko dijalan sangat tinggi apalagi musim Pemilu.. bahaya kecelakaan mengancam sewaktu-waktu.. kena longsor dan lain-lain… apalagi dokter PTT tidak dilengkapi dengan asuransi.. mending PNS ada askesnya..hee…hhhe.. yaah harus sering berdoa aja sebelum brangkat
- Waktu kerja tentunya lebih panjang karena pelayanan selesai jam 1 sedangkan kalo dari buleleng kita harus menempuh perjalanan 3 jam lagi… capek deehh
- Gak sempet praktek di tempat lain karena pulang sore n kelelahan gak bisa kerja diklinik-klinik dech soalnya kerja diklinik kan harus ikut shift-shiftnya… kalo buka praktek sendiri mau praktek dimana.. gak semua punya tempat yang bagus di denpasar dan sekitarnya… heee..hee kasien dech
- Karena gak bisa praktek di tempat lain ya penghasilan jadi gak maksimal cukup-cukupkan dech hidup hanya dengan gaji PTT…. smanguuuaaattt….!!!
- Gak sempet mengumpulkan SKP selama ikut yantis karena kita harus yantis atau jadi cadangan tim di dinkes dari senin sampai sabtu sedangkan seminar-seminar untuk nyari SKP IDI adanya pas pagi-
pagi di hari senin sampai sabtu yaahhh… entah gimana caraku ngumpulin 250 SKP selama 5 tahun… mending dapet SKP IDI per berangkat yantis ya… heee…heee… - Perasaan gak enak nyuru-nyuru dokter senior yang uda PNS di puskesmas tempat kita yantis untuk bantuin kita pelayanan… karena kadang pasien bisa mencapai lebih dari 200 orang… gak mabok lo meriksa segitu banyak orang sendiri..ya tentunya mintak tolong ama dokter PNS senior lagi…. emang eloo siapa nyuru-nyuru orang… PNS enggak… atasan juga enggak… elo cuma dokter PTT heee heee …..
Tapi jangan salah…. Sukanya mengalahkan dukanya loooo…
- Dokter PTT yantis bisa keliling-keliling Bali ooiii…. asyik bisa tau daerah-daerah pelosok bali…belum lagi liat
pemandangan-pemandangan desa-desa di bali… wah puuaaaasssss deechh…. - Kalo diliat dari uangnya yah setidaknya lebih besar lah dari pada jadi dokter PTT di puskesmas lainnya di bali hee hee maaf bagi yang ptt di puskesmas bukan maksud mengejek…. tapi yang di puskesmas bisa praktek sendiri dapet uang tambahan sedangkan yang PTT yantis gak sempet… hee..heee ini suka atau duka ya?!?!
- Bisa irit bensin karena kita tinggal tancap gas ke Dinkes Propinsi aja… selanjutnya diantar ama mobil gubernuran ada yang nyopirin lagi asyiikk…
- Bisa nyoba makanan di seluruh pelosok Bali.. jadi tau dech tempat-tempat makan yang uaeenak n tentunya murah… untuk meyesuaikan pemasukan dan pengeluaran hee..
- Dan yang terpenting…! menjadi dokter PTT yantis bisa mengabdi pada pemerintah sebagai ujung tombak untuk menjalankan program baru pemerintah Propinsi Bali… bener-bener mengabdi pada tanah kelahiran Bali dech pokoknya.. sekaligus bisa melayani nenek-nenek dan kakek kita yang tinggal pedesaan yang tidak sanggup pergi ke puskesmas karena jauh… yang gak punya uang sendiri buat bayar obat n dokter… bisa ngobrol-ngobrol n denger keluhan mereka membuat hati merasa berguna bagi orang-orang yang bener-bener membutuhkan… yuuuppp itu dia inti dari kehidupan ini merasa puas melayanai masyarakat… seperti prinsip hidup saya bahwa saya bangga….. i am proud to be a good servant of my country… especially to be the servant of the poor.. to be the servant of the old… and to be the servant of the God. It’s cool man!!!









March 10th, 2009 at 12:55 pm
Ha4, HAIL MOTHER LAND…PANCASILA…BALINESE
Smangat Bro, pilihan hidup setidaknya lebih baik drpd rekan2 sejawat kita yg lebih terpencil area tugasnya, dgn kondisi yg lebih baek mestinya tetaplah bersemangat, ingat janji kita, bangun BALI demi bangsa dan negara ini, cieh….HIDUP BONYOH
Pram selalu teringat dgn pesan ni ketika memilih hidup sebagai dokter ; “Sapa suruh jd dokter?, Jiwa dan waktumu adalah milik orang lain! Apresiasikan smuanya demi kesembuhan dan menjaga kesehatan masyarakat. Uang+jabatan bukanlah segalanya, tetapi tetaplah berpikirlah bijak”
Bersabarlah, pasti akan mendapatkan yg terbaik, ambisi boleh tp kaki mesti masih berpijak ditanah.
Sip truz maju blog mu teman, ane belum sempet nulis, buat lap n powerpoint mlulu en kranjingan facebook ha4, asik soal ne ketemu banyak teman2 lama, nostalgia
VIVA DOUBLE HELIX..VIVA HIPPOCRATES FK UNUD
March 14th, 2009 at 11:18 pm
lama tak bersua bro….
alexa mu kok tak turun turun???
March 16th, 2009 at 10:35 am
selamat… masih ada sukanya
amal ibadah yang diteima yang DIATAS SANA
March 18th, 2009 at 4:29 pm
ternyata jadi dokter gajinya kecil ya? kata om ku yang dokter puskesmas begitu!!kalo jadi pns gaji kecil gituh… kasian dokter uda lama sekolah tapi gajinya juga kecil… katanya kalo nyari spesialis biayanya mahal n gak bisa sambil kerja..ya kan…semangat dok!!!
salam kenal
March 22nd, 2009 at 12:49 pm
Iya Har, di mana pun kita berada, apa pun yang kita kerjakan, asalkan kita mau, pasti kita bisa membuat hidup kita menjadi lebih bermakna…
March 25th, 2009 at 7:55 am
@pram: iya bener kata dokter pram, itu semua tergantng tujuan kita hidup….. mari hidup untuk melayani!!!

@Budi: iyo nih kok gak turun2 ya ranknya..heeehee
@suwung: thanks yooo
@melani: yup begitulah dokter di indonesia heee
@deddy: betul bos kembali lagi kediri masing2 bagaimana kita memandang hidup kita …thanks
March 26th, 2009 at 8:40 am
Salutt…
Sebuah pengabdian untuk bangsa dan negara tercinta
April 9th, 2009 at 6:25 pm
@martha: yah mungkin hidup ini memang sebuah pengabdian… nikmati aja lah
July 19th, 2009 at 6:35 pm
Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya…
Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan….Har,,,Bekerja dengan rasa cinta berarti melebur diri dengan jiwa sendiri,diri orang lain (termasuk pasien) dan juga Tuhan
Terah’s last blog post..”Entrepreneurial Intelligence (Entre Q)”
July 22nd, 2009 at 8:20 pm
@pak terah: yup segala yang dilakukan dengan rasa cinta akan terasa lebih indah.. ya kan pak…
haryoga’s last blog post..BANK INDONESIA LUNCURKAN PECAHAN UANG 2000 RUPIAH
January 3rd, 2010 at 8:00 am
kereeennnnn!!! semangat kak…. eh, dokter haryoga!
January 14th, 2010 at 8:57 pm
@putri: oiii..thanks.
smanguat ngeblog!!
punya ente juga mantaps trik…
February 16th, 2010 at 8:58 pm
Salam kenal dokter Haryoga,
Untuk ngurus PTT daerah di Bali gimana cara ya?
Kebetulan Istri saya baru lulus kedokteran Gigi di Jakarta.
maunya sih ambil PTT di Bali.
Kalo ada informasi pengajuan PTT daerah di bali, mohon informasinya.
Salam
Yudho
February 28th, 2010 at 2:18 pm
bagus blog nya bli haryoga… skalian dpke bisnis iklan bagus bgt.. hehehe tooppp! sukses!!
March 4th, 2010 at 8:34 pm
@yudho: waahh..saya kurang tahu tahun ini ada gak PTT dibali… tapi sayng saya dengar gubernur bali untuk tahun 2010 tidak ada rencana untuk mengangkat PTT, PNS juga tidak. mungkin tahun depan ada mas.btw selamat buat istrinya yang uda jadi dokter gigi yooo
@zuryaudayana: waahh maunya sii bisnis…tapi gaktau caranya…yahh pake menyalurkan hobi aja daahh…hehhee