Yang Aku Suka Gak Ada Yang Murah

Fri, Feb 6, 2009

Heart Sound, Love : Cinta Kasih

Seorang teman mengeluh suaminya tidak dapat memenuhi keinginannya. Bahwa dia suka sesuatu tapi selalu tidak tercapai karena berbeda pendapat dan kesukaan dengan sang suami. Tambah lagi sang suami yang berpenghasilan pas-pasan tidak cukup memenuhi keinginannya. Mau pingin ini gak ada duit, mau pingin baju yang bagus untuk anak gak juga disetujui..”haah bosan aku!” keluh nita. Nita adalah seorang ibu rumah tangga yang baru saja punya anak 3 tahun yang lagi ikut play group. Nita memiliki latar belakang anak orang kaya yang hampir semua keinginannya dapat dipenuhi dengan uang bapaknya. Jadi dari dulu dia selalu beli apa yang dia sukatidak pernah beli sesuatu yang kurang dia suka…. Dia pernah bilang ke suaminya saat dilarang beli baju yang terlalu mahal menurut sang suami “Habis gimana lagi! Yang aku suka gak ada yang murah!!”. Yah sang suami gak bisa bilang apa lagi…sang suami sudah menyadari sejak dulu bahwa mereka dilahirkan berbeda. Sang suami adalah anak seorang petani yang dari sejak kecil terbiasa dengan berusaha menyukai yang dia kurang suka…walau teman2nya membawa mobil2an dengan remote control, yaa.. dia berusaha buat mobil sendiri dari pohon pisang, kayu, dan kaleng atau apa lagi yang dia temukan di sekitar rumah… maklum kalo minta bapak dibeliin yang mahal bapak selalu bilang “ya.. besoklah…” besoknya lagi bilang “ya..besoklah..” sampai dia berteriak ke bapaknya “sampe habis besoknya!gak juga di beli2in!!” tapi bapaknya masih tetap bilang “ya..besoklah nak..” apalagi beli baju batman, atau superman yang isi sayapnya….wah lebih baik gak usa minta dah L

Sejak dulu mulai pacaran suaminya sudah menyadari perbedaan mereka..tapi yah karena masi dibiayai bapaknya ya sang calon istri gak tau bakalan begini ketika sudah menikah.

Kini Nita selalu mengeluh dengan baju-bajunya yang mulai lapuk, anak selalu nangis gak dibeliin baju spiderman seperti temannya… nita sering cerita dengan teman baiknya yang dari dulu selalu menjadi teman curhatnya…tempat saling membuang sampah pikiran…nita menceritakan semua keburukan kondisinya yang tidak mendapatkan apa yang dia suka… dengan suami yang gak bisa memenuhi tuntutannya….”walau sudah bekerja berdua tapi tetap saja saya tidak bisa mendapatkan yang saya suka” kata Nita. “Bahkan saya sudah ke psikolog untuk minta pertimbangan..eh malah saya disuruh belajar menerima keadaan..gimana saya menerima yang saya tidak suka terus menerus gini” tambah Nita.

Teman lamanya juga jadi bingung dan akhirnya “ahaa … “sepertinya mendapatkan jawaban dari permasalahan si Nita dan berkata “ ya..yaa… Nita..! kamu tidak salah dalam hal ini…malah suami kamu dan psikolog itu yang salah..wong kamu gak suka ngapain dipaksa, kan!!”. “Trus..?!” Nita heran. “yah…Cuma kamu ada satu kesalahan yang membuat ini semua terjadi… kamu salah memilih suami!!! Kalo milih suami bok ya yang hobinya sama donk!!…atau yang tajir gitu! Kan dulu kamu disukai ama cowok yang tajir bawa BMW trus sukanya juga beli baju dan semua peralatan yang serba mahal kalo gak mahal gak level dia kan?kenapa gak sama yang itu aja..kan bisa jadi pasangan yang serasi!!” jawab sahabat karibnya L

Kadang kebiasaan sejak kecil akan menjadi permasalah besar di masa mendatang.

Apakah kita akan berusaha menerima semua keadaan sekarang meski akan menyakitkan? atau menyalahkan orang lain dan kembali kemasa lalu?

, , , ,

This post was written by:

haryoga - who has written 62 posts on imadeharyoga.com.

Saya I Made Haryoga. Selamat datang di rumah saya. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Terima kasih atas kunjungannya.

Contact the author

5 Comments For This Post

  1. Martha Says:

    Memang…Hidup adalah pilihan…
    seperti si nIta, selalu mengeluh dan bersedih atau mencoba memahami kondisi suami… hehehe..

  2. aimyaya Says:

    memang semua serba mahal.
    Kualitas = mahal

  3. dewabenny Says:

    tidak selalu kualitas = mahal…
    etergantung kebutuhan kita seberapa??? :?: :?:

  4. njul Says:

    hidup cuman sekali, gak usah dibikin susah :p

  5. Made Says:

    yup kualitas itu cenderung mahal
    tapi lebih suka sih bilangnya kualitas itu ada yang mahal dan murah tergantung kitanya.hehe…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • Partner links