Dermatitis Kontak Alergi – Sakit Kulit Karena Pekerjaan bagian II

Thu, Jan 29, 2009

health: kesehatan

Dermatitis Kontak yang kedua adalah dermatitis kontak alergi.

Dermatitis kontak alergi berkaitan dengan reaksi imun tipe IV. Sekali tersensitisasi, bila mendapat paparan lagi walaupun dalam jumlah kecil akan menimbulkan dermatitis alergi dalam beberapa hari.

Karena itu, reaksi alergi tidak bergantung kepada konsentrasi paparan.

Interval waktu antara kontak pertama kali dengan suatu bahan kimia dengan sensitisasi tergantung dari: Bahan kimia tersebut; Kondisi paparan; Faktor konstitusi.

Interval waktu tersebut sering dalam waktu bertahun-tahun. Sensitisasi terhadap suatu jenis alergen lebih cenderung terjadi apabila terpapar lebih sering atau konsentrasi paparan tinggi.

Penyakit pada kulit, misalnya dermatitis kontak iritan, meningkatkan kemungkinan penetrasi alergen melalui kulit ke sel-sel imunokompeten dan dengan begitu meningkatkan resiko alergi.

Pada umumnya, hanya sebagian kecil orang yang menjadi alergi apabila terpapar suatu bahan kimia.

Karena reaksi alergi tidak tergantung dari konsentrasi paparan, dermatitis yang muncul tidak hanya pada bagian tubuh yang pertama kali kontak, akan tetapi muncul juga pada bagian tubuh lain yang secara tidak disengaja telah kontak dengan alergen dalam jumlah kecil, misalnya oleh jari tangan.

Kulit yang tebal (seperti telapak tangan) biasanya resisten terhadap dermatitis kontak, sedangkan kulit yang tipis (seperti wajah, genital) jauh lebih mudah terkena. Karena itu, bisa saja alergi kontak terhadap suatu substansi yang berkontak dengan tangan bermanifestasi pertama kali sebagai dermatitis kelopak mata, atau dermatitis penis, dan kemudian baru muncul dermatitis tangan. Alergi terhadap sarung tangan karet mungkin pertama akan menimbulkan dermatitis pada bagian fleksor dari pergelangan tangan, dan kemudian muncul pada bagian dorsal tangan.

Karena itu dermatitis kontak alergi okupasional biasanya mengenai tangan, lengan bawah dan wajah, dan kadang-kadang muncul pada leher dan genitalia laki-laki. Jika muncul pada bagian tubuh yang lain, biasanya sebagai tambahan dari dermatitis yang muncul pada tempat yang telah disebutkan sebelumnya.

Tes untuk Alergi Kontak

Diagnosis dari dermatitis kontak alergi memerlukan konfirmasi tes tempel

Bahkan para ahli dalam bidang dermatitis kontak hanya dapat “menduga” alergen penyebab berdasarkan anamnesa dan gejala klinis yang muncul pada sebagian kecil kasus. Selama ini, dokter hanya dapat membuktikan nikel sebagai penyebab alergi pada 80% kasus, alergi terhadap karet sebesar 50% kasus, dan hanya sedikit pada alergen lain. Oleh karena itu, dokter perlu mencari semua kemungkinan penyebab alergi dan bila mungkin melakukan tes tempel terhadap semua alergen tersebut. Pasien idealnya dirujuk ke klinik dermatologi yang kompeten untuk mencari kemungkinan alergen penyebab. Pasien tersebut akan dites dengan skrining rutin (berdasarkan standar internasional, yang dapat dimodifikasi dengan kondisi lokal), dan dengan alergen tambahan yang telah dijelaskan oleh pasien dalam anamnesa. Pada 50% kasus, skrining rutin saja akan mengabaikan alergen yang relevan dengan dermatitis yang saat itu sedang dialami oleh pasien.

Pada tes tempel, bahan yang akan dites ditempelkan di punggung dengan menggunakan bilik tes dan plester yang telah disediakan. Plester tersebut dibiarkan selama 48 jam, dan dievaluasi setelah 48 jam dan 96 jam. Beberapa orang melakukan intepretasi tambahan setelah satu minggu. Evaluasi yang dilakukan sekali saja pada jam 48 akan tidak mengenai sekitar 30% dari reaksi-reaksi positif, dan mungkin termasuk reaksi-reaksi iritan (positif palsu).

Penanganan dermatitis kontak alergi

Obati dengan steroid, emolien, antibiotik, dll sesuai nasihat dokter.

Ganti bahan alergen dengan bukan alergen, Pekerja tersebut harus terhindar dari alergen; Sarankan penggunaan peralatan pelindung, Pilih sarung tangan yang misalnya sarung tangan, atau; benar – beberapa alergen dapat menembus sarung tangan. Sarung tangan mungkin tidak cocok digunakan di beberapa tempat kerja.

This post was written by:

haryoga - who has written 62 posts on imadeharyoga.com.

Saya I Made Haryoga. Selamat datang di rumah saya. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Terima kasih atas kunjungannya.

Contact the author

6 Comments For This Post

  1. budi tarihoran Says:

    duh…….

    jadi ga’ kuat aku beli

    liat gambar gambar nya….

    :oops: :oops: :oops: :oops: :oops:

  2. Deddy Andaka Says:

    Wah gambarnya… ati2 kena RUU APP, Har… :)
    Btw klo si Miyabi, dengan pekerjaannya seperti itu, bisa kena penyakit kulit apa ya? :razz:

  3. haryoga Says:

    @mas budi n dr deddy: iya mudah2an gak kena UU… karena kan maksudnya memperlihatkan kepada pembaca bahwa kulit sehat, dan bersih dapat mempercantik juga… coba bayangkan kalo miyabi kulitnya kena dermatitis kontak iritan….. wih mana laku foto2nya kan?

    mohon maaf tidak ada maksud untuk menaruh gambar ini dari segi porno tapi dari segi pendidikan n kesehatan n tentunya hiburan juga hee…

    btw sekalian menerapkan teknik linkbaiting bos heee heee

  4. Pramesemara Says:

    duh kayaknya lebih cocok klo judulnya penyakit kulit krn kebanyakan ngeliatin miyabi….lupa ma esensi dermatitis kontaknya…. :idea:

  5. haryoga Says:

    @pram: heee heee sesama penggemar miyabi ayo berkumpul…!!!! :lol: :wink:

  6. tomi Says:

    gambarnya kurang bagus untuk di lihat :mrgreen: asalnya buka baju miyabinya

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • Partner links