
Ini hanyalah sebuah keinginan untuk menasehati diri sendiri saat dilanda kebingungan. teringat akan kata-kata orang suci…
Takut akan mati….
Mulai saat ini tak ada yang namanya takut akan kematian
Yang ada adalah Beliau sudah menggariskan semuanya jauh sebelum kita lahir
Saat kita lahir semuanya sudah direncanakan
Semua sudah jalan hidup
Pasrahkan saja pada jalan hidupmu
Sakit, gagal, dan semua permasalahan yang terjadi adalah jalan hidup
Semua datang dari Beliau
Semua berisikan sidik jari Beliau
Tak ada yang mampu merubahnya
Saat kau merasa merubahnya itu telah termasuk jalan hidup yang telah terencanakan jauh sejak sebelum engkau dilahirkan
Hanya ada satu kepercayaan, yaitu percaya akan kekuatan Beliau telah bekerja sebagai mana mestinya untuk kebaikan kita untuk kebaikan alam semesta dan sesuai dengan jalan hidup kita
Tak ada nasib seseorang menyebabkan nasib orang lain, yang ada semua sudah tergariskan, semua adalah jalan hidup yang sudah terencanakan
Tak ada yang menyakiti orang lain, tak ada yang menghalangi jalan orang lain
Yang ada itu semua sudah terencanakan sejak dulu jauh sebelum kita dilahirkan,
Dan itu sebagai jalan hidup kita, atas kemauan Beliau
Semua berisikan sidik jari Beliau
Semua atas rencana beliau
Tak ada yang jahat
Tak ada yang curang
Tak ada yang menyakiti
Tak ada yang memfitnah
Tak ada yang membunuh
Semua adalah sidik jari Beliau
Semua yang terjadi padaku adalah karena jalan hidupku
Semua ada karena sidik jari Beliau
Dan semua yang terjadi padaku adalah yang terbaik untukku!!!
Dan kewajibanku, mencintai semua mahluk di alam semesta, sehingga semua berjalan dengan damai dan meninggalkan kebahagiaan dihati.
Biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya.
Nikmati semua ini dengan bahagia dan bahagialah selamanya.
Janganlah meminta kesehatan lagi, janganlah meminta kekayaan lagi, janganlah meminta kenikmatan seksual lagi…..
Bila benar-benar ingin meminta..mintalah maaf, berterimakasihlah, bila belum cukup juga dan masih ingin meminta… mintalah jalan yang terbaik. Dalam bahasa bali kami sebut dengan “Nunas Pemargi Sane Patut”










Leave a Reply