Baca keras-keras ya pa….

Fri, Nov 14, 2008

Love : Cinta Kasih

Di tengah kesibukan tak henti…..di kota yang penuh kemacetan dan polusi…di tengah terik matahari dan di dalam kantor yang stress dan tak ada pendingin ruangan……

kita sering lupa dengan orang yang sedang menunggu kita…. di rumah…

Saya jadi teringat lagi dengan cerita lama ini…

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk
memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah,

karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para
pemegang saham.

Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica
datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita
baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian
Jessica,

“Pa liat”! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar
hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. buku baru ya Jes?”

“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.

“Bacain Jessi dong Pa” pinta Jessica lembut

“Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan
cepat.

Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan
didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan
sedikit manja ia kembali merayu
“pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi”

Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya”

“Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”

“Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan
perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu,
Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh
harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
“Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”

“Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!” kata Budi membentaknya dengan keras.

Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis ,
matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
“Iya pa,. lain kali ya pa?”

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya
ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
“Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa
denger”.

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun
permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut,
belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga
melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang
pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.

Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu
panik ambulance didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan
begitu lirih
“Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama”

Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika
sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi
waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.
Kini yang ada hanyalah penyesalan.
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana.. pun tidak terpenuhi.

Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon
kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat
berarti sekali
“,…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger”
kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan
kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi,
Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari
onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa
coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah
kenangan indah dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman
pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha
membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi
halaman, dengan berlinang air mata.

“Jessi dengar papa baca ya”
selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi

“Jessi papa mohon ampun nak”
“papa sayang Jessi”
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak
kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis memohon satu kesempatan lagi
untuk mencintai.

Kisah ini pernah di Tulis dalam MAJALAH HATI BARU Vol. 3 No. 11, April 2001
Sumber : Sentuhan 9 menit Anthony Harton

cerita ini saya ambil dari milis karisma_22@yahoogroups.com, begitu menyentuh sehingga membuat saya ingin mengoleksinya disini. bila keinginna mengejar materi memenuhi impian saya cerita ini menjadi salah satu tulisan yang menyadarkan saya apa tujuan saya hidup di dunia ini. terima kasih buat penulisnya….

, , , ,

This post was written by:

haryoga - who has written 59 posts on imadeharyoga.com.

Saya I Made Haryoga. Selamat datang di rumah saya. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Terima kasih atas kunjungannya.

Contact the author

10 Comments For This Post

  1. MedanBlogger Says:

    Terkadang begitulah karena, sebenrnya budi juga gak bisa di salahkan namun hatinya pasti ada menyimpan, tapi budi kerja keraspun pasti demi jessi.

    Cerita ini pernah saya baca di http://www.suaramerdeka.com

  2. sri ratika Says:

    so sad…jadi terharu banget..hikz… :neutral:

  3. haryoga Says:

    @medan blogger: thanks….iya setiap ayah pasti berjuang untuk anak yang dicintainya… tapi memang kadang kita sering melupakan bahwa orang yang kita cintai juga membutuhkan waktu kita untuk bersamanya..salam kenal bung. :grin:

    @tika: iooo menyentuh sekali :cry:

  4. Andi Sugiarto Says:

    Kasian ya.. memang itu bisa terjadi pada kita… juga tanpa disadari mgkn pernah terjadi pada saya sendiri…

    cerita ya bagus dr haryoga.. makasih

  5. anton Says:

    keren banget!
    :smile:

  6. mr.jiplak Says:

    keren ni,
    saya jiplak y

  7. Gotu5e Says:

    Cinta itu kadang tak terlihat saat dia dekat. Tatkala jauh kita baru tau betapa cinta begitu berharga dalam hidup kita…

  8. soul Says:

    perdana

  9. haryoga Says:

    @Gotu5e: yah begitulah cinta

  10. ad71ck Says:

    percuma donk ortu-nya jesicca kerja…buat siapa..permintaan yg sepele aja nggak dikabulkan palagi permintaan yang susah….sesal memang datangnya belakangan….

1 Trackbacks For This Post

  1. Cerita yang mengharukan « JIPLAK Says:

    [...] Baca keras-keras ya pa…. [...]

Leave a Reply